Gubernur Kalteng: Saya Tidak Anti Organisasi Adat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persoalan terkait peryataan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah yakni Sugianto Sabran mengenai larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut organisasasi adat seperti Dayak Misik dan Dewan Adat Dayak (DAD) yang sempat mencuat dan mendapatkan sejumlah tanggapan dari masyarakat melalu media sosial akhirnya di klarifikasi di depan umum. Klarifikasi tersebut disampaikan pada kegiatan acara pelepasan Kontingan Kalimantan Tengah Mengikuti Pesparawi Mahasiswa Tingkat Nasional XIV di Medan yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (31/08/2018).

Sugianto Sabran menyampaikan dengan tegas, dirinya selaku Gubernur Kalteng tidak pernah berkeinginan memecah belah atau menginginkan masyarakat Kalimantan Tengah terpecah belah dan retak karena isu agama atau suku.

“Saya selaku Gubernur Kalteng menghormati abang saya Agustin Teras Narang, saya sedih apabila sekelompok orang mengatakan Gubernur anti dengan organisasi yang ada di Kalteng. Akhir-akhir ini ada yang mengatakan Gubernur Kalteng anti terhadap Dayak Misik dan anti dengan DAD” tegas Sugianto.

Dikatakanya, dirinya pernah menjabat sebagai Ketua DAD di Kabupaten Kotawaringin Barat dan menegaskan, ia adalah orang dayak asli buka dari orang luar Kalimantan Tengah. secara pribadi dia berkeinginan membangun Kalteng dengan beranekaragaman baik suku, agama dan lain sebagainya.

Dirinya kembali menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah tidak akan bisa dibangun selama ada perpecahan agama dan suku.

“Ini jangan sampai terjadi, karena Gubernur kalian ini semua agama ada, kebetulan saja saya berada di agama Islam. Buyut Saya sampai meninggal Dunia masih agama Hindu Kaharingan. Saya ingin membangun Kalteng dengan ketulusan dan keikhlasan dan terakhir dengan keberanian karena Gubernur sekarang tidak hanya dilengakapi dengan kepintaran dan kecerdasan saja, tapi harus dengan keberanian, karena sekarang pejabat dan elit – elit politik banyak yang gila kekuasan dan harta.” ujarnya menjelaskan.

Disisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Siun Jarias yang juga selaku Ketua Dayak Misik Provinsi Kalteng saat dikonfirmasi menjelaskan, selama ini atara Dayak Misik atau masyarakat dengan perusahaan – perusahaan tidak terjadi masalah, dan selalu ada musyawarah, hanya saja hal ini dibesar – besarkan saja.

“Perusahan mengambilalih tanah masyarakat gak dibesar-besarkan, mungkin ditunggangi oleh pihak-pihak lain, politik dan sebagainya sehingga persoalan sekarang ini berpotensi untuk mengadu – adu. Terkait larangan ASN untuk masuk ke organisasi baik Dayak Misik atau DAD, Gubernur mencabut lah istilahnya” jelas Siun saat ditemui awak media.

Siun menjelaskan, peryataan yang disampaikan oleh Gubernur Kalteng merupakan sebuah himbauan. Dengan alasan, kalau itu terjadi pembelokan dilapangan oleh sejumlah oknum – oknum  yang tidak bertanggung jawab akan menjadi masalah dikemudian hari.

“Saya menghimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat yang berbicara di media, jangan lah memanas – manasi lagi, kalau dipanasi, tambah panas nantinya” tutupnya. (Arliandie)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...