http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Gubernur : Jangan Banyak Bicara dan Menggugat Pemerintah Saja

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Gutatan terhadap 7 lembaga negara termasuk Pemerintah Provinsi Kalteng yang disampaikan oleh lembaga pemerhati lingkungan hidup Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Gerakan Anti Asap (GAAs) Pengadilan Negeri Palangka Raya selasa kemarin harus ditanggapi dengan arif dan bijaksana.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H.Sugaianto Sabran usai memimpin pelaksanaan kegiatan upacara parade detik-detik proklamasi kemerdekaan HUT RI ke-71 di lapangan Senaman Mantikei Kota Palangka Raya Rabu (17/08/2016).

“Kita Pemerintah Daerah sudah terus berusaha semaksimal mungkin, apa lagi ada instruksi langsung dari Presiden RI kepada Gubernur, Kapolda, Danrem, dan Bupati, kan ada sanksi dan hal ini tidak main-main,” jelas Sugianto diwawancarai terkait perosalan gugatan tersebut.

Dirinya juga meminta keseriusan dalam hal ini Pemerintah Pusat terkait pendanaan dan lain sebagainya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi kembali. Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri, katanya, sudah membentuk satuan tugas (satgas) di masing-masing Kabupaten/Kota se Kalteng untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan atau lahan yang langsung dikomandani oleh Korem 102/pjg dan Polda Kalteng.

“Jadi kalau ada titik api, langsung dipadamkan dan kita sampai sekarang ini sudah berusaha semaksimal mungkin. Jangan kita banyak bicara dan menggugat Pemerintah Daerah Saja. Tapi berikan kenyataanya seperti apa,” jelasnya menambahkan.

Disinggung terkait maraknya kebakaran lahan terjadi di Kalimantan Tengah akhir-akhir ini, dirinya menjelaskan kembali, memang ada kewajiban dari Pemerintah Daerah khususnya Kalteng, akan tetapi, sebagian besar juga tanggung jawab dari Pemerintah Puasat.

Seperti yang disampaikanya tadi, tanggungjawab dari Pemerintah Pusat ke Daerah adalah bagaimana Pemerintah memberikan pendanaan dengan maksimal kepada daerah-daerah rawan terjadinya kebakaran hutan ataupun lahan khususnya wilayah lahan gambut.

“Banyak kepentingan tentunya di daerah Kalimantan Tengah seperti kebutuhan ekonomi yang masih bergantung pada hutan dan selama ini khususnya masyarakat pelosok masih bercocok tanam dengan membakar lahan dan ini berlangsung lama,” papar Sugianto kembali.

Dengan belum adanya solusi atau jalan terbaik yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada masyarakat Kalteng yang bergantung pada alam seperti menanam padi-padian dengan cara membuka lahan dengan membakar, sehingga, ketika dilarang dan ditangkap, masyarakat ujarnya kembali lebih dalam, tidak bisa memenuhi kebutuhan.

“Yang paling bagus adalah bagaimana Pemerintah Pusat memberikan solusinya seperti apa. Saya juga meminta agar pelaku pembakar hutan dan lahan khususnya Korporasi, ditindak tegas, kalau terbukti secara hukum, kita siap mencabut ijin operasi bagi perusahaan siapapun yang membakar hutan atau lahan,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,143PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.