Desak Daerah Pelosok Lebih Diperhatikan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Indikator tingkat keberhasilan dari penyelenggaraan sistem pendidikan di Kota Palangka Raya adalah, tercapainya tujuan dan pemerataan pendidikan peserta didik, baik didaerah perkotaan maupun didaerah pelosok.

Namun menurut Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto tingkat keberhasilan itu dalam pelaksaannya saat ini jauh dari yang diharapkan. Pasalnya, capaian pendidikan di daerah pelosok masih dianggap karut marut dan jauh tertinggal dari berbagai sisi penting pendidikan.

“Kami selalu menekankan dan mendorong agar sekolah yang berada di daerah pinggiran harus diperhatikan oleh para penyelenggara pendidikan,” katanya. Senin (29/08/2016).

Banyak sorotan lanjut Sigit, yang dialamatkan pada konsekuensi logis akan keberhasilan pendidikan didaerah pelosok yang timpang jauh dari pemerataan. Sebutsaja sekolah didaerah pelosok belum tersentuh Teknologi Pendidikan (TEP) ataupun Ilmu Teknologi (IT) seperti computer serta media teknologi pembelajaran lainnya.

“Kalaupun upaya sudah dilakukan, seperti ketersediaan computer, namun lagi-lagi terganjal oleh ketersediaan tenaga pendidik. Padahal saya nilai untuk di daerah pinggiran harus ada kemampuan elektronik serta media pembelajaran komputer yang dapat dikuas oleh peserta didik,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, pendidikan komputer sangat membantu sekali dalam proses pembelajaan bagi peserta didik, dengan kata lain agar mereka tidak sampai harus menjadi gagap teknologi (gaptek) dikemudian hari. Terlebih saat kemajuan global mempengaruhi pendidikan secara nasional, agar alih teknologi dapat dikuasai oleh peserta didik.

Bagusnya lanjut politisi  PDI-Perjuangan ini, agar  sekolah didaerah pelosok tidak ketinggalan dengan TEP atau IT, maka harus ada fokus penekanan yang mewajibkan sekolah untuk dapat menonjolkan kemampuan pembelajaran komputer dengan tujuan akhir agar semua peserta didik minimal ada ruang waktu untuk mempelajari dan menguasai pendidikan teknologi.

Jika semuanya itu terlaksana dengan baik, maka mutu pendidikan baik di daerah pinggiran dan kota akan sama rata, distulah akan terlihat capaian dari salah sati indikator sistem pendidikan.

“Sejatinya pendidikan di kota tidak perlu diragukan lagi kesiapan dalam pengembangan ilmu pendidikan TEP atau IT. Peserta didik sudah mulai bagus. Karena memang kebutuhan seperti sarana dan prasarana penunjang yang berkaitan dengan teknologi  juga sudah lengkap, sehingga saat pembelajaran apapun dapat mudah dilakukan karena didukung oleh media teknologi,” paparnya.

Ia menambahkan, saatnya harus ada pemerataan, agar bagaimana nantinya peserta didik daerah pelosok dapat mengencap pendidikan teknologi dengan baik, maka perlu difokuskan arah pengembangannya, terutama menyiapkan tenaga pendidik dan fasilitas pendukung. (Agus Fataroni)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...