Danrem 042/Gapu Himbau Hindari Kasus Hukum Berujung Konflik Sosial

MENARAnews, Jambi – Menanggapi kejadian penyerbuan berujung pembakaran kantor Polsek Tabir, Kab. Merangin oleh sejumlah massa Sabtu malam (27/8/2016), Danrem 042/Gapu, Kol. Inf Refrizal melalui Kapenrem 042/Gapu, Mayor Inf Imam Syafei menghimbau seluruh anggota TNI di jajaran Korem 042/Gapu khususnya, agar menghindari permasalahan hukum berujung konflik sosial seperti kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI), ilegal logging, pembakaran hutan dan berbagai tindakan kriminal lainnya karena akan dikenai sanksi yang berat.

“Danrem menegaskan bahwa seluruh anggota TNI terkhusus di anggota Korem 042/Gapu jangan terlibat atau melibatkan diri dalam kasus PETI, illegal loging, pembukan lahan dengan membakar apalagi narkoba”, terang Imam Syafei di ruangan Penrem 042/Gapu, Senin sore (29/8/2016).

Kapenrem juga mengatakan bahwa dampak PETI ini sangat berbahaya dan merugikan masyarakan, salah satunya aliran sungai menjadi tercemar sejumlah logam berat seperti merkuri yang dapat berdampak penyakit. Tak hanya PETI, kasus illegal loging pembukaan lahan dengan membakar juga merugikan kelestarian alam dan lingkungan serta menimbulkan permasalahan baru yakni kebakaran hutan dan lahan.

“Permasalahan pembukaan lahan inikan sudah jelas ada Undang-Undang yang mengatur bahwa membuka lahan dengan membakar itu dilarang, maka dari itu kita harus dukung demi melestarikan lingkungan, flora dan Fauna agar nantinya anak dan cucu kita tidak terkena dampaknya. Kepada seluruh jajaran Korem 042/Gapu untuk menjadikan kasus Karhutla tahun 2015 yang lalu sebagai pembelajaran dan evaluasi, sehingga di tahun 2016 ini dan kedepannya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi mengingat kondisi cuaca memasuki musim kemarau,” tambahnya.

Saat ini di Jambi terdapat 1 buah helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jambi dan 1 helikopter bantuan dari PT. WKS yang siaga patroli dalam rangka pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Berdasarkan info terbaru diketahui bahwa akan diadakan penambahan 1 buah helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejenis Puma dengan kapasitas 4.000 liter air, untuk menunjang patroli satgas karhutla di Jambi. Rencananya helikopter akan datang akhir bulan ini.

Terkait isu teror bom di Medan, Kapenrem mengimbau seluruh masyarakat dan apkam jangan sampai terlena meskipun saat ini kondisi Jambi cenderung aman dan kondusif.

“Seluruh stakeholder harus bersinerga dalam membangun dan menjaga kondusifitas Jambi, meskipun sejauh ini hubungan antar umat beragama di Jambi ini terjalin dengan baik,” paparnya. (DU)

Comments
Loading...