Cegah Paham Radikal, Polres Pandeglang Gelar Sosialisasi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Ancaman dan potensi teror terus menjadi salah prioritas dalam menjaga keuntuhan NKRI sehingga diperlukan upaya-upaya khusus untuk mencegah dan memberantas terorisme dan radikalisme hingga ke akarnya.

“Pada kesempatan ini Bupati Pandeglang Irna Narulita tidak dapat hadir dalam kegiatan ini karena ada kesibukan lain yang sedang dikerjakan. Untuk itu, Kepala Kesbangpol Pandeglang sebagai perwakilan Bupati Pandeglang menyampaikan permohonan maaf bupati,” terang Kepala Kesbangpol Pandeglang Tb Syafrudin saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Kontra Radikal dan Radikalisasi yang diselenggarakan oleh Polres Pandeglang di Pendopo Kabupaten Pandeglang.

Ia menambahkan, kondisi Kabupaten Pandeglang yang mempunyai 35 Kecamatan dalam keadaan aman dan tentram. Hal ini dikarenakan kesigapan dari pihak kepolisian dan segenap masyarakat terutama alim ulama untuk menangani radikalisasi dan deradikalisasi.

Di tempat yang sama, Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan mengatakan bahwa tragedi Ahmadiyah di Kecamatan Cikesik menjadikan pertanyaan bagi kita bahwa apa sebenarnya teroris, teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut baik itu berupa pembunuhan ataupun ucapan teror.

Di samping itu, Ketua MUI Pandeglang K. H. Abdul Hakim menuturkan, pada dasarnya yang masih menjadi pertanyaan dibenak kita adalah apa yang menyebabkan seseorang menjadi radikal, padahal Hadits Rasulullah mengatakan bahwa setiap bayi yang dilahirkan di Bumi dalam keadaan suci.

Faktor utamanya, lanjutnya, yang menjadikan seseorang radikal adalah lingkungan, lingkungan Ibu dan Bapaknya yang menjadikan seseorang itu menjadi Majusi, Nasrani dan Islam ataupun radikal.

Di sisi lain, salah satu tokoh agama Pandeglang K. H. Asror mengungkapkan, pihaknya yakin bahwa seluruh agama tidak ada yang mengajarkan tindakan kekerasan. Persepsi manusia yang menghantarkannya menjadi keras sehingga membuat jiwanya terbawa ke dalam terorisme dan radikalisme. (Nz_Kant)

Editor: Irdan

 

 

 

Comments
Loading...