spot_img

Bupati Tulang Bawang Barat Laporkan Penggunaan APBD 2015 dan Rencana APBD-P 2016

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) laporkan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015 dan Penyampaian Nota Pengantar KUA dan PPAS RAPBD-P 2016 dalam acara Rapat Paripurna di Ruang Rapat DPRD Tubaba, hari ini (10/8/2016), pukul 10.30 WIB.

Dalam acara tersebut, Bupati Tubaba Umar Ahmad menjelaskan bahwa tidak terjadi perubahan pada pendapatan daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu tetap sebesar Rp 986.309.975.500,-.

“Pada kebijakan umum APBD Tahun Anggaran 2016, Pendapatan Asli Daerah ditetapkan sebesar Rp 26.133.142.500, untuk dana perimbangan APBD yaitu Rp 842.863.166.000, dan untuk pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 117.333.667.000” tutur Umar.

Akan tetapi, telah terjadi perubahan kebijakan umum APBD 2016 dalam pelaksanaan belanja daerah dan pembiayaan daerah Kabupaten Tubaba hingga pertengahan tahun anggaran 2016.

“Dengan adanya komitmen untuk pencapaian target-target pembangunan terutama dalam pembangunan infrastruktur, maka dipandang perlu untuk mempercepat penyelesaian program-program tersebut. Selain itu, dalam mendukung Pilkada 2017 mendatang, perlu dilakukan penataan ulang belanja daerah yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung” tambah Umar.

Perubahan yang terjadi pada belanja daerah yaitu adanya kenaikan sebesar Rp 82.471.581.628 atau terjadi kenaikan sebesar Rp 8,02 persen dari Belanja Daerah pada APBD Murni sehingga total belanja secara keseluruhan pada perubahan APBD 2016 sebesar Rp 1.110.698.552.843.

“Perubahan belanja tersebut dilakukan dengan mengurangi Belanja Tidak Langsung sebesar 1,57 persen yabg setara dengan Rp 7,483 milyar. Dan untuk Belanja Langsung mengalami penambahan sebesar 16,28 persen yang setara dengan Rp 89,955 milyar” ungkap Umar.

Selain belanja daerah, perubahan juga terjadi pada pembiayaan daerah Kabupaten Tubaba baik dari sisi penerimaan pembiayaan maupun sisi pengeluaran pembiayaan.

“Penerimaan pembiayaan naik sebesar Rp 80,345 milyar atau 116,58 persen dari semula sehingga menjadi Rp 149,262 milyar. Perubahan tersebut karena adanya akumulasi penurunan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SILPA) sebesar Rp 6,190 milyar dan penambahan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp 86,535 milyar” imbuh Umar.

Untuk pengeluaran pembiayaan daerah mengalami penurunan sebesar Rp 2,126 milyar menjadi Rp 24,873 milyar. “Pengeluaran pembiayaan tersebut digunakan untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp 22,873 milyar dan penyertaan modal sebesar Rp 2 milyar” ujar Umar.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015 serta penyerahan KUA dan PPAS RAPBD-P 2016 Kabupaten Tubaba. (RZ)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles