spot_img

Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Rencanakan Gelar Kegiatan Penyelamatan Air Di Mukomuko

MENARAnews Kab. Mukomumo (Bengkulu) – Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kegiatan Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera VII akan menyelenggarakan acara Fasilitasi Kegiatan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di Mukomuko pada senin (15/08/2016).

Dalam surat yang disampaikan ke Pemda Mukomuko penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut kesepakatan delapan kementerian tentang revitalisasi GN-KPA.

Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan selama dua hari dan turut mengundang perwakilan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Tokoh Masyarakat, Instansi Vertikal serta Komunitas Pemerhati Lingkungan dan Perusahaan Perkebunan.

Selain itu direncanakan lokasi acara akan dilangsungkan di sekitar kawasan Danau Nibung sekaligus melakukan penghijauan di danau tersebut. Setelah itu akan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Pantai Air Punggur, Bendungan Air Manjunto, dan Irigasi Manjunto Kiri/Kanan.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Risber A Razak, menanggapi dengan antusias pelaksanaan kegiatan ini karena menunjukkan perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam penyelamatan kualitas air sebagai sarana aktifitas dan konsumsi masyarakat saat ini dan masa yang akan datang.

“Programnya bagus sekali dan kita sangat mendukung, apalagi air ini merupakan kebutuhan hidup manusia sehingga perlu kita jaga bersama untuk anak cucu kita kedepan” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk kondisi sungai-sungai besar di Mukomuko memang sedang dalam kondisi yang tidak baik atau tercemar meskipun pada taraf ringan. Pencemaran terjadi akibat limbah rumah tangga masyarakat sehingga banyak mengandung bakteri E. Coli yang berbahaya untuk dikonsumsi.

“Kondisinya memang tercemar tapi ringan, kalau digunakan untuk mandi atau mencuci sepertinya aman saja, tapi kalo dikonsumsi dianjurkan untuk tidak dilakukan, kalau pun terdesak diharapkan memperhatikan proses perebusan biar bakter terkandung bisa hilang” jelasnya.

Ia menjelaskan, KLH dalam setiap tahunnya melakukan dua kali kontrol terhadap sumber air di Kab. Mukomuko dengan melakukan uji sampel laboratorium. Dari hasil uji tersebut, KLH akan menerbitkan Buku Status Lingkungan Hidup.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kualitas air sebagai sumber kehidupan kita bersama” ujarnya. (AL)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles