2 Agustus, AMP Jakarta Peringati Pepera ke-47

Dki Jakarta, MENARAnews – “Panggung aspirasi” yang berada di depan istana negara tidak pernah sepi pengunjung. Hari ini, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta datang untuk memperingati peringatan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) ke-47. (2/8/2016)

Mahasiswa Papua berpendapat bahwa Pepera yang dilaksanakan pada tahun 1969 cacat. Pelaksanaan Pepera 1969 dinilai penuh intervensi, teror dan intimidasi.

Wim Wenne, Juru Bicara AMP Jakarta menjelaskan bahwa, “Kami Aliansi Mahasiswa Papua datang kesini, memperingati bahwa Pepera adalah tidak sah.” di sela-sela pelaksanaan unjukrasa.

Untuk diketahui, Papua menjadi bagian NKRI memiliki sejarah yang panjang. Terdapat beberapa peristiwa penting, seperti perundingan antara Negara Indonesia dengan Belanda yang menghadilkan “New York Agreement”. Selanjutnya, terdapat “Roma Agreement” yang isinya mendorong Pemerintah Indonesia mempercepat pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat. Penentuan Pendapat Rakyat akhirnya dilaksanakan pada tahun 1969 dimana hasilnya rakyat Papua memilih untuk bergabung dengan Negara Indonesia.

Aksi damai AMP seperti halnya unjukrasa lainnya mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. (RF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles