Ada Laporan Rastra Berkualitas Rendah

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Temuan keluhan masyarakat terhadap kualitas Beras Sejahtera (Rastra) di salah satu wilayah Kotim menimbulkan pertanyaan apakah Badan Urusan Logistik (Bulog) telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mengawasi kualitas Rastra. Terlebih lagi Rastra merupakan Program Pemerintah Pusat.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, William Noventra meminta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Sampit untuk menjaga kualitas Rastra.

“Saya harap sebelum didistribusikan ke masyarakat, Rastra haruslah di cek terlebih dahulu, hal itu untuk menghindari adanya beras yang tidak layak kunsumsi,” katanya. (24/08/2016)

Wiliam mengungkapkan, Rastra yang mereka dapatkan tidak gratis, namun mereka juga harus membeli, hanya saja harganya agak murah karena sudah disubsidi oleh pemerintah. Bulog sebagap pihak yang dipercaya pemerintah berkewajiban dan harus menjaga kualitas Rastra yang disalurkan.

Menurut William, beras enak dan berkualitas tidak hanya untuk kalangan mampu saja, namun masyarakat miskin juga berhak turut menikmatinya. Dia juga meminta kepada masyarakat penerima Rastra untuk melapor atau mengembalikan jika ada menerima beras yang rusak atau tidak layak kunsumsi. Pemerintah Daerah juga diharapkan untuk selalu memantau dan mengawasi pasokan beras yang datangnya dari luar daerah, terutama dari pulau Jawa.

“Pengawasan itu untuk memastikan atau mencegah masuknya beras berkualiatas rendah dan masuknya beras sintetis yang terbuat dari plastik yang belum lama ini banya ditemukan di daerah Jawa,” ucapnya.

Ketersediaan beras di pasar juga harus selalu dipantau untuk memastikan ketersediaan beras mencukupi.

“Pemerintah harus bisa memastikan stok beras di Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini aman, agar masyarakat nantinya tidak panik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Camat Telaga Antang Sutimin mengaku mendapat laporan warganya karena mereka menerima Rastra berkualitas rendah.

“Belum lama ini warga saya ada mengembalikan Rastra dan minta diganti dengan yang baru, dengan alas an beras tersebut tidak ada rasanya dan diduga rusak sehingga tidak layak dikunsumsi,” terangnya.

Sutimin mengatakan, keluhan warga itu telah disampaikan ke pihak Bulog Sampit, serta contoh beras yang dikeluhkan warga juga telah dikembalikan ke Bulog untuk selanjutnya diperiksa. (Kontributor)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...