http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Tim Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel Dibentuk

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Memlihat pantauan adanya hotspot di Sumatra Selatan selama tiga bulan belakangan, satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut mulai membuat sejumlah kebijakan. Diantaranya meningkatkan koordinasi antar instansi baik TNI, Polri dan pemerintahan daerah, hingga membuat tim khusus pemburu pembakar hutan dan lahan di Sumatra Selatan.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Kolonel Infantri Kunto Arief Wibowo mengatakan, tim pemburu pembakar hutan dan lahan sebenarnya mengintensifkan semua personil baik TNI dan Polri yang menyebar di Sumatra Selatan untuk lebih aktif dalam menemukan pelaku pembakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

“Tim ini kita bentuk. Setiap pos kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan ada sekitar 5-10 personil TNI, ditambah Polri dan pihak pemda. Mereka ini yang bertugas padamkan api, serta mengejar pelaku pembakar hutan dan lahan,” beber dia

Tim pemburu pelaku pembakar hutan ini dimaksimalkan kerjanya guna mencari pihak-pihak tak bertanggungjawab yang telah membakar hutan dan lahan demi kepentingan sendiri. Setelah ditangkap, maka pelaku pembakaran hutan dan lahan bisa langsung diserahkan kepada kepolisian untuk diproses dan diselidiki

Diketahui pos kebakaran hutan lahan menyebar di 153 desa dan 82 kecamatan yang ada di Sumatra Selatan. Jumlah pos ini menyebar di Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin

Penempatan pos tersebut lebih diutamakan di daerah rawan kebakaran. “Kita tidak ingin terjadi lagi bencana asap seperti tahun lalu. Dimana kebakaran hutan dan lahan pada 2015 sluas 736.587 hektar dengan 27.043 titik api. Kebakaran terjadi di lahan gambut sebesar 58 persen dan sisanya di lahan konsensi milik perusahaan,” terangnya

Kunto menuturkan, tim pemburu pelaku pembakar hutan dan lahan itu dioperasionalkan untuk contoh kasus kejadian kebakaran di area lahan milik PT BMH di Ogan Komering Ilir. Pada saat itu, kata dia, terjadi karhutla dan saat petugas ingin mengecek dan memadamkan api, terjadi ancaman berupa tembakan senjata api di lokasi tersebut

Ia menerangkan, dalam upaya pengendalian karhutla di Sumatra Selatan terdapat kendala yang cukup berarti diantaranya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau juga karena luasnya lahan yang terbakar. Pihaknya mencatat juga ada kendala berupa terbatasnya sarana dan prasarana pemadaman karhutla, sumber air yang semakin berkurang, serta masih kurangnya perhatian masyarakat untuk mencegah karhutla tersebut.

“Kami sudah buat riset, walau di lahan gambut asal tidak ada yang membakar lahan maka tidak akan ada kebakaran yang meluas. Jadi masalah awalnya itu karena memang ada pihak yang sengaja membakar,” beber dia.

Kunto menjelaskan, satgas darat penanggulangan karhutla di wilayah Sumsel telah berusaha dan berkomitmen untuk menciptakan sebuah tekhnologi atau cara yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di wilayah Sumsel yang merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui tim riset yang dibentuk Korem 044/Gapo, telah menghasilkan sebuah temuan berupa tekhnologi yang diberi nama Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api) yakni cara untuk mengatasi terjadinya kebakaran dan BOIS 44 yang merupakan tekhnologi untuk pencegahan terjadinya kebakaran khususnya didaerah lahan gambut.

Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api) merupakan terapan tekhnologi penanganan kebakaran dengan menggunakan cairan yang aman dan ramah lingkungan serta sangat cocok diterapkan pada jenis kebakaran bahan bakar berbasis minyak maupun kebakaran benda padat. Sedangkan tekhnologi BOIS 44 yang digunakan untuk pencegahan terjadinya kebakaran berupa cairan paduan mikriorganisme yang disatukan telah ditebar di wilayah lahan gambut yang ada di OKI dan Banyuasin.

“Kedua tekhnologi ini baik Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api) dan BIOS 44 harganya jauh lebih murah dan jangkauan pemadamannya lebih luas dibanding dengan bahan lainnya,” beber Kunto.

Komandan Landasan Udara Palembang, Kolonel Penerbangan Ronald Lukas Siregar menuturkan, selain pemadaman karhutla melalui darat, upaya maksimal juga dilakukan melalui udara oleh satgas udara penanggulangan karhutla di Sumsel. Saat ini di landasan udara Palembang, sudah standby 5 helikopter untuk pemadaman karhutla di Sumatra Selatan bantuan dari BNPB dan perusahaan.

Juga ada dua pesawat Cassa 212 bantuan dari BPPT untuk maksimalkan upaya hujan buatan di Sumatra Selatan.

“Helikopter dan pesawat Cassa ini sudah beroperasi. Ini masih sangat kurang karena luasnya wilayah di Sumsel dan potensi karhutla yang semakin besar,” terang dia.

Waka Reskrimsus Polda Sumatra Selatan, AKBP Zulkarnaen menuturkan, koordinasi dengan semua pihak baik TNI dan pemda sudah dilakukan. Bahkan sejak 2015, sudah begitu banyak kasus pembakaran hutan dan lahan yang dituntaskan.

“Tapi memang dari kasus 2015 lalu, masih ada enam kasus yang belum selesai. Kita kerap mendapat komplai dari banyak pihak dalam penegakan hukum ini. Namun kita selesaikan se-objektif mungkin,” terang dia.

Zulkarnaen menyebutkan, saat ini cukup banyak kendala yang ditemukan dalam pengungkapan dan penyidikan kasus karhutla di Sumsel. Diantaranya lokasi karhutla yang jauh dari jangkauan, sehingga membutuhkan waktu lama untuk memprosesnya. Pihaknya meminta agar ada satu helikopter yang standby untuk digunakan saat ada karhutla yang muncul di Sumsel.

“Selain itu, kesulitan lain yakni mendatangkan saksi ahli. Selama ini Polda Sumsel selalu mendatangkan saksi ahli dari luar Sumsel, sehingga butuh anggaran yang besar. Kami berharap nantinya akan ada saksi ahli di Sumsel ini sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang, Agus Santosa mengatakan, peluang curah hujan di Sumatra Selatan sudah mulai sedikit berkurang, namun musim kemarau masih normal, suhu udara maksimum ada kenaikan.

Untuk lembab nisbi minimum terjadi penurunan, fenomena asap tidak ada, dan jarak pandang masih normal. “Kondisi suhu muka laut di Indonesia secara umum relatif hangat sehingga uap air masih cukup tinggi dan peluang hujan masih akan terjadi,” beber dia.

Disebutkan, peluang lanina berdasarkan rata-rata esembel model dinamis sekitar 57 persen. Ia menuturkan, saat ini harus diwaspadai kekurangan air sehingga menyebabkan potensi kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.

“Untuk beberapa hari kedepan, curah hujan masih rendah. Dan 6-20 hari lagi, diperkirakan tidak ada hujan,” tandasnya. (MA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.