spot_img

Terapkan Permen KP, Tangkapan Nelayan Kotim Mengalami Penurunan

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Dinas Kelautan Dan Perikanan (Dislutkan) Kotim menyebutkan hingga kini untuk nelayan di Kotim sudah tidak ditemukan lagi menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang sebagaimana Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2/2015 tentang larangan penggunaan Alat Penangkap Ikan (API) jenis pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets). Namun tidak sedikit nelayan yang mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan karena larangan tersebut.

“Kita sudah melakukan sosialisasi juga, ke para nelayan terkait peraturan menteri itu,” kat Heriansyah kepala Dislutkan kepada media ini kemarin.

Karena penggunaan traw sendiri di Kotim sempat dikeluhkan oleh para nelayan dengan alasan akan berpengaruh terhadap tangkapan mereka, namun terkait apa saja tindak pidana yang bisa menjerat mereka jika terus melakukan tindakan itu Dislutkan sendiri sudah menjelaskannya.

“Kita berharap nelayan mematuhinya,” tukasnya.

Meski demikian bukan berarti ada jaminan tidak ada nelayan di Kotim yang tidak menggunakannya namun Dislutkan sendiri sudah terus mengingatkan agar nelayan tidak menggunakannya dan diberi solusi agar mengganti dengan Lampara atau pukat mini.

Sepanjang 2016 ini, belum ada nelayan di Kotim yang diamankan menggunakan jaring trawls dalam mencari ikan dari itu mereka sangat berharap ini bisa merubah paradigma para nelayan yang dulunya terbiasa menggunakan jaring dilarang dengan menggunakan jaring yang ramah lingkungan. (Hidayat)

Editor: Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles