http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Seminar Strategi Optimalisasi Tax Amnesty di Kota Jambi

MENARAnews, Jambi – Citra Raya Group mengadakan seminar Tax Amnesti dengan tema “Strategi Mengoptimalkan Amnesti Pajak” di Hotel Wiltop Kota Jambi (30/7/2016),  dengan narasumber Priyanto Budi (Praktisi Pajak), dan Suryanti Agustina (Perwakilan Bank BTN).

Seminar ini membahas terkait tax amnesty yang merupakan penghapusan pajak yang belum muncul atau sedang dalam proses, sehingga sanksi pajak akan dihapuskan hanya dikenai pembayaran pokok.
“Tax amnesty bukanlah program wajib namun merupakan program sukarela,” kata Priyanto.
Untuk wajib pajak orang pribadi, disarankan untuk mengikuti Tax amnesty.

Namun demikian, untuk mengikuti tax amnesty juga memerlukan cost and benefit analysis sehingga tidak merugikan subjek wajib pajak.
“Ya tidak dipaksakan, kalo berdasarkan analisis menguntungkan silahkan didaftarkan TA, kalo tidak untung ya sudah”, tambahnya.

Syarat untuk mengikuti tax amnesty adalah, adanya harta tambahan, membayar uang tebusan, mengisi formulir dan melaporkan ke Kantor Pajak Pratama (KPP) terdekat. Ada 3 tahapan pada saat melaporkan ke KPP yaitu, pertama melapor ke help desk agar dicek kelengkapan formulir, selanjutnya membayar uang tembusan ke AR untuk dicek kembali, dan dikeluarkan surat tanda terima, yang ketiga akan dilakukan proses pemeriksaan oleh AR selama 14 hari kerja dan AR membuat laporan peelitian dan dilaporkan ke Kanwil. Terakhir Kanwil yang akan menerbitkan Surat Pengampunan Pajak.

Narasumber kedua, Suryanti Agustina (Perwakilan Bank BTN) mengatakan, salah satu bentuk investasi adalah dalam bentuk properti.
“Saat ini pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik yaitu sebesar 4,8 dan ditargetkan tahun 2017 mencapai 5,1 persen. Saat ini kontribusi sektor properti terhadap PDB di Indonesia masih minim sekitar 2,86 persen, jauh lebih rendah dibandingkan di Malaysia yakni 20,5 persen”, kata Suryanti.

Berdasarkan hasil riset terdapat 5 dampak positif properti yaitu, menyerap tenaga kerja, menstimulasi sektor ekonomi lainnya, memperbaiki sektor industri, meningkatkan sektor konsumen, dan mendorong pertumbuhan PDB. Saat ini pemerintah merencanakan akan merelaksasi LTV guna menstimulasi peningkatan sektor perumahan. Adapun dampak dari relaksasi LTV yang menguntungkan konsumen properti adalah meringankan uang muka pembelian produk properti dan pembelian rumah kedua dapat dilakukan dengan inden.

“Semoga program relaksasi LTV dapat segera direalisasikan, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat”, tambahnya Suryanti. (DU)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.