http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Radikalisme Bisa Saja Muncul Karena Faktor Ekonomi

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Gerakan radikalisme dan terorisme diyakini masih terus berkembang di Indonesia. Untuk memeranginya harus dimulai dari diri sendiri dan mengembangkan pola pikir pluralisme dan demokrasi serta saling menghormati antar agama.

Pernyataan tersebut diatas keluar dari mulut Anggota DPD RI asal Sumsel Hendri Zainuddin saat menjadi narasumber dalam diskusi publik bertema “Kemerdekaan Tanpa Radikalisme dan Terorisme” di Nobu Cafe & Bistro, Sabtu (30/7).

Menurut Hendri, radikalisme bukan bersifat fisik, tetapi berupa pemikiran. Artinya, radikalisme itu perang pemikiran dan faktor yang memicu radikalisme diantaranya ketimpangan ekonomi, perbedaan ideologi dan ketidakadilan.

“Ada sejumlah cara untuk menanggulanginya, yakni membangkitkan kembali spirit dan nilai-nilai Pancasila, perbaikan metode dakwah oleh pemuka agama, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya bela negara, dan adanya  upaya perbaikan dari pemerintah sesuai ideologi Pancasila,” beber Hendri.

Hendri menilai, masyarakat Indonesia berangsur-angsur sudah memahami pentingnya keutuhan negara, hal ini tidak terlepas dari pola pikir masyarakat yang terus berkembang dan banyaknya organisasi masyarakat yang mensosialisasikan, termasuk organisasi keagamaan seperti kalangan Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Memang masih ada pola pikir radikalisme dan gerakan terorisme di Indonesia, tapi saya yakin jumlahnya terus berkurang, bahkan di Sumsel gerakan semacam itu bisa dikatakan tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Pasi Ter Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf. M Soberun mengatakan, ajaran komunisme merupakan ajaran terlarang di Indonesia, dan TNI tetap berkomitmen untuk menjaga NKRI dari serangan dan berkembangnya ajaran tersebut.

Menurutnya, komunisme adalah ajaran yang menghapuskan hak milik perorangan atau pribadi serta tidak mengakui adanya tuhan.

“Sudah menjadi tugas pokok TNI memerangi radikalisme dan terorisme,” tegasnya.

Hal serupa juga dituturkan oleh  Hernoe Roesprijadji, Ketua Dewan Pakar MPII Sumsel. Menurut dia radikalisme bukan bersifat fisik, tetapi berupa pemikiran‎. Dan memang ada banyak cara dalam mengatasinya. (AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.