spot_img

Pedagang : “Pak Walikota Kami Lapar!!!”

MENARAnews, Medan (Sumut) – Pedagang korban kebakaran Plaza Aksara  yang memblokir persimpangan Jalan Aksara mengeluhkan nasib mereka yang sudah tak berjualan selama dua minggu. 

“Pak Walikota kami lapar, kami mau makan. Kami harus jualan,” teriak seorang pedagang sembari memegang poster.

Unjuk rasa yang dilakukan adalah wujud kekecewaan kepada Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Sebelum nya mereka sudah beberapa kali melakukan unjuk rasa. Namun belum mendapat tanggapan.

Saat unjuk rasa, massa sempat terlibat kericuhan. Karena aparat memaksa mereka untuk tidak memblokir jalan. Bahkan pedagang dan petugas sempat beradu kekuatan saat tarik menarik ban bekas yang akan dibakar.

Meluapkan kekecewaan terhadap Walikota yang tak kunjung memberikan solusi, seorang pedagang nekat mmbuka bajunya.

Kondisi ini sontak membuat petugas yang mengamankan aksi kaget dan mundur beberapa langkah.

“Naaaaahhh.. Biar tau kelen yah, gak lahir kelen polisi kalau gak ada mamak mamak,” kata seorang pedagang berbadan gemuk sambil mengangkat bajunya.

Tak hanya itu, pedagang juga nekat berbaring di tengah jalan. Kemacetan pun tak dapat dielakkan. Meski sudah diperingatkan beberapa kali oleh petugas,  pedagang tetap menolak untuk memadamkan api.

Petugas akhirnya mengambil tindakan tegas untuk menyemprot api dengan alat pemadam.

Aksi bisa ditenangkan saat pedagang berhasil diajak mediasi.

Untuk diketahui, Pemko Medan telah memberikan solusi dengan merelokasi pedagang ke Komplek MMTC. Namun tawaran tersebut ditolak pedagang. Mereka minta relokasi pasar sementara harus diseputar Plaza Aksara yang terbakar. Mereka juga meminta Plaza Aksara dibangun kembali. (Yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles