spot_img

Luhut Panjaitan: Pembangunan di Indonesia Harus Merata

MENARAnews, Medan (Sumut) – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan berikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Senin (25/7/16). Dalam kuliah umum yang bertema ‘Pembangunan Wilayah Berbasis Politik, Hukum dan Keamanan’ itu, Luhut sampaikan saat ini pemerintah sedang bekerja keras melakukan pembangunan hingga ke seluruh pelosok negeri.

“Kita perlu pembangunan yang merata, agar semua bisa merasakan manfaatnya, terutama di luar Pulau Jawa,” kata Luhut.

Pemerintah kedepannya sangat serius dengan pembangunan infrastruktur. Dengan melakukan pengurangan subsidi pada bahan bakar dan mengalihkannya ke infrastruktur. Selama ini menurut Luhut, pembangunan infrastruktur terpusat di Pulau Jawa, dirinya bersama pemerintah berkomitmen akan terus mendorong pembangunan terutama di daerah timur Indonesia.

Luhut juga menyinggung dana desa yang sudah dikucurkan oleh negara harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat, agar pembangunan di desa berjalan dengan baik.

“World Bank bilang kalau dana desa di Indonesia paling tinggi dari yang pernah ada. Tahun depan justru akan kita naikkan lagi tentunya dengan pengawasan sesuai prosedur,” jelasnya.

Kepada ribuan mahasiswa, dosen dan kalangan luar Luhut juga menegaskan pembangunan di Sumut kedepannya akan semakin pesat. Saat ini pemerintah berfokus pada pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Dalam kuliah umum itu, Luhut juga mengatakan saat ini paling berbahaya dan mengancam generasi bangsa ini adalah narkoba. Menurutnya narkoba justru lebih menakutkan dibanding terorisme karena jumlahnya setiap tahun justru meningkat.

“BagiĀ  Saya narkoba itu sangat berbahaya dan mengancam bangsa ini. Bahkan lebih gila lagi, peredarannya bisa dikembalikan dari dalam penjara,” ucapnya.

Luhut berpesan kepada Rektor USU, Prof Runtung Sitepu untuk kedepannya bisa melakukan urine random test (pengecekan urin secara acak) kepada mahasiswa guna mengetahui apakah mahasiswa/i positif menggunakan barang haram itu.

“Kalau kedapatan positif menggunakan narkoba langsung pecat saja, sudah gak bisa lagi,” jelas Luhut. (Ded)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles