spot_img

Kejari Pangkalan Bun Gelar Berbagai Kegiatan untuk Memperingati Hari Bakti Adhyaksa

MENARAnews, Pangkalan Bun – Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-56 tahun 2016 dengan sejumlah kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel di Halaman Kejari Pangkalan Bun yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Pangkalan Bun Bambang Dwi yang juga dihadiri oleh seluruh pejabat Kejari Pangkalan Bun, Jaksa Fungsional dan Staf. Setelah itu Korps pengecara negara ini berkhidmat dengan menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Indra Pura Pangkalan Bun.

Kepala Kejari Pangkalan Bun Bambang Dwi dalam konferensi pers mengatakan, bahwa kinerja Kejari Pangkalan Bun hingga Jumat 22 July 2016 selama ia menjabat, telah mengadakan kegiatan Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dimulai bulan April 2016 lalu hingga July 2016.

“Selain melakukan sosialisasi kita juga telah melakukan berbagai kegiatan dalam TP4D yang dilaksanakan di 6 Kecamatan dan CFD minggu lalu dan telah mengumpulkam hasil donor darah sebanyak 77 kantong yang diserahkan ke PMI, pengobatan gratis kepada 216 pasien dan pembuatan BPJS gratis kepada 267 orang,” terang Bambang, Jumat (22/7).

Selain itu, pihaknya juga pada tanggal 21 Juli 2016 telah melaksanakan penahanan terhadap tersangka R tindak pidana korupsi (Tipikor) PD. Argotama Mandiri tahun 2009. Pihakmya juga akan meneruskan melaksanakan penyidikan untuk tidak menutup kemungkinan mendapatkan tersangka baru pada kasus tersebut.

“Untuk sampai sekarang baru 1 orang yang baru dipastikan, jadi sudah tahap penuntutan, masih ada tiga lagi dalam penyelidikan, kita tunggu hasilnya bagaimana saya harap teman wartawan bersabar,” kata Bambang.

Bambang meneruskan, terkait dengan kasus STQ, ADD dan Rumah Jabatan Bupati Kobar, saat ini kasus tersebut juga masih dalam penyidikan dan sudah memanggil beberapa saksi yang akan mendalami apabila ada unsur Tipikor maka akan ditindaklanjuti, namun apabila tidak ada maka tidak akan dilanjutkan.

“Untuk ADD tahap penyidikan tidak ada yang ada penuntutan 1 perkara dan sudah diputus dan 1 penetap,” katanya.

“Seluruh jaksa dan pegawai telah bekerja keras malam, pagi tanpa henti dan tanpa hambatan satu pun, lebih bagus lagi dan pelayanan ditingkatkan kepada masyarakat, tidak hanya penindakan hukum melulu tetapi ada bakti sosial, sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat,” harap Bambang. (Riz)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles