spot_img

Kabut Asap di Tahun 2016 Diyakini Tidak Separah Tahun Lalu

MENARAnews, Pangkalan Bun – Kepala BPBD Prov. Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigong Moenandaz, meyakini bencana kabut asap sebagai akibat dari Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) tahun 2016 ini tidak akan separah tahun. Menurutnya, keyakinan itu akan benar terjadi jika seluruh pihak terkait telah membuat perencanaan yang matang dalam menanggulangi bencana Karlahut.

“Saya yakin untuk tahun 2016 ini bencana kabut asap seperti tahun lalu tidak akan terulang kembali, jika kita sudah ada perencanaan untuk penanggulangan dan pengendalian karlahut.”ujarnya dalam pembukaan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Karhutla di Aula Antakusuma, Pangkalan Bun (27/07/2016).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa kabut asap akibat bencana karhutla sangat merugikan masyarakat Kalteng dalam berbagai bidanh, seperti terganggunya roda perekonomian, moda transportasi (darat, laut, dan udara), dan kesehatan manusia.

Hal serupa juga ditegaskan Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto, yang juga hadir membuka sosialisasi tersebut. Bahkan sang bupati menyebut bahwa kabut asap juga berdampak bagi Indonesia dalam hubungan internasional.

“Kabut asap dapat melintasi batas negara dan menjadi masalah serius ditingkat duni internasional.”terangnya.

Sementara itu, Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Karhutla diselenggarakan oleh BPBD Kab. Kotawaringin Barat selama dua hari hingga Kamis, 27 Juli 2016.

“Dasar pelaksanaan sosialisasi ini dan biaya kegiatan ini di tanggung oleh BPBD kab kobar dengan anggaran tahun 2016.” Ujar Kepala BPBD Kab. Kotawaringin Barat, Hermon F. Lion.

Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh pihak dapat secara bersama sama menanggulangi bencana karhutla di Kab. Kotawaringin Barat menghadirkan peserta dari seluruh perwakilan desa dan kelurahan di Kab. Kotawaringin Barat. (Riz)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles