http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Google, Facebook, dan Go-Jek Ternyata Lebih ‘Mengerikan’ Dari Pokemon Go

MENARAnews, Security – Fitur GPS dan teknologi Augmented Reality yang disematkan dalam aplikasi Pokemon Go telah membawa perubahan yang signifikan pada gaya hidup para gamer. Bagaimana tidak, para gamer yang sebelumnya asyik diam di tempat dengan gadgetnya, kini harus berkelana mencari pokemon di berbagai tempat.

Namun demikian, sejak dirilis oleh Niantic pada 4 Juli 2016, aplikasi Pokemon Go ini ternyata membuat berbagai “kegaduhan” di seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah isu keamanan yang dikhawatirkan oleh organisasi pemerintah di beberapa negara. Bahkan lembaga pemerintahan di Indonesia sempat mengeluarkan surat edaran yang melarang aparatur sipil negara bermain Pokemon Go. Tak tanggung-tanggung, bagi pihak yang melanggar, bisa mendapatkan sanksi yang sangat tegas.

“Misalnya, ada seorang PNS yang bermain Pokemon Go di ruang arsip, dia bisa diberhentikan,” kata Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandy.

Lantas apa sebenarnya yang membuat Pokemon Go ini dinilai berbahaya? Dikutip dari padepokan Budi Raharjo, praktisi IT dan ahli keamanan informasi (https://rahard.wordpress.com), ada beberapa alasan yang menjadikan aplikasi Pokemon Go memiliki celah keamanan

  1. Pokemon Go menggunakan GPS untuk mengetahui lokasi (koordinat) pengguna yang kemudian dikirimkan ke server untuk digunakan sebagai bagian dari permainannya. Hal ini kemudian memunculkan asumsi bagaimana jika penyedia jasa aplikasi Pokemon Go menggunakan data tersebut untuk sesuatu yang tidak semestinya, misalnya untuk kegiatan surveillance dan mata-mata.
  2. Pokemon Go menggunakan kamera untuk mengambil gambar (foto dan video) lokasi. Dikhawatirkan, data tersebut juga digunakan penyedia jasa aplikasi Pokemon Go untuk sesuatu yang bersifat negatif. Asumsi yang timbul adalah bagaimana jika seseorang memainkan Pokemon Go di tempat yang bersifat rahasia dan sensitif?
  3. Badan intelijen Amerika Serikat, CIA berada dibalik pengembangan aplikasi Pokemon Go, sehingga ada sebuah kemungkinan data-data orang Indonesia bisa dipantau
  4. Aplikasi Pokemon Go dibuat oleh orang anti Islam. Alasannya karena Pokemon banyak ditemukan di Masjid.

Terkait dengan alasan ketiga dan keempat, Budi Raharjo mengatakan bahwa alasan itu tidak lebih dari sebuah teori konspirasi yang tidak benar adanya.

“Tidak  benar! atau belum tentu benar. Jadi begini. Aplikasi Pokemon Go dijalankan oleh sebuah perusahaan swasta. Perusahaan ini sangat menghargai kerahasiaan data penggunanya. Umumnya perusahaan tidak suka menyerahkan data ini kepada pemerintah, namun mereka juga kadang menjual data ke pemerintah. Jadi, secara umum, perusahaan Nintendo tidak bekerjasama dengan CIA,” kata Raharjo dalam blognya

Menurut pria yang saat ini juga aktif menjadi dosen di ITB ini, untuk menentukan apakah Pokemon Go ini aman atau berbahaya, perlu dilakukan sebuah riset yang mendalam.

“Untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus dilakukan penelitian yang lebih mendalam, tapi saya juga menilai Pokemon Go memang menambahkan celah keamanan,” tulis Budi Raharjo dalam blognya.

Ia juga menambahkan, sebelum Pokemon Go dirilis, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah memiliki security hole yang lebih besar.

“Jadi kalau Anda mempermasalahkan keamanan dari celah lubang udara, sementara pintu rumah Anda sendiri sudah terbuka lebar, ya kurang tepat. You already have bigger problems,” tambahnya.

Menurutnya, apliksi lainnya yang menggunakan teknologi GPS, seperti Waze, Google Maps, Nike+, Swarm, Instagram, Twitter, Facebook, Go-Jek, dan lainnya memiliki celah keamanan yang sama dengan Pokemon Go.

“Jika penggunaan GPS ini dipermasalahkan maka aplikasi-aplikasi tersebut sama statusnya. Bahkan mereka lebih “mengerikan” dalam hal memberikan data ke penyedia jasa aplikasi tersebut,” ungkap Budi Raharjo.

Selain itu, menurutnya, aplikasi layanan publik seperti Gmail, Yahoo, dan lain sebagainya, justru lebih berbahaya daripada Pokemon Go jika digunakan oleh lembaga pemerintahan, karena pengelola server menyimpan data email anda. (ADF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,433PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.