spot_img

Dari 1.500, Baru 170 Sumur Bor yang Terpasang

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Strategi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) salah satunya adalah dengan melakukan pemasangan sumur bor di sejumlah titik yang telah disurvei. Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan sudah terjadi di beberapa wilayah di Kalteng, tetapi ternyata pemasangan sumur bor tidaklah mudah. Dari 1.500 sumur yang akan dibangun, saat ini baru 170 yang terealisasi.

Asisten I Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kalteng Syahrin Daulay mengatakan beberapa sumur bor memang sudah terpasang. Namun jumlahnya tidak sesuai dengan target yang diharapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.

“Ini kita sedang melakukan upaya pemasangan sisanya. Memang sektor perkebunan sudah bagus dalam artian beberapa sudah terpasang, begitu juga dengan kehutanan, jasa kontruksi juga sama. Nah Pertambangan yang agak kurang sekarang,” jelas Syahril saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provisi Kalteng Kamis (21/07/2016) Palangka Raya.

Terkait dengan target, Pemerintah Daerah sebelumnya telah melakukan kesepakatan dengan investor dari berbagai sektor. Mereka sepakat untuk membangun 800 sumur bor, 400 diantaranya oleh sektor perkebunan, 160 oleh pertambangan, 160 kehutanan, dan 80 jasa konstruksi.

“Khusus pertambangan tidak selaju pada sektor lain, dari target 160 kurang dari 20 titik yang baru terpasang,” keluhnya.

Dia menyampaikan, khusus untuk pertambangan Pemerintah Daerah kesulitan dalam mengontrol pemasangannya. Pasalnya investor pertambangan belum memiliki asosiasi atau organisasi. Dengan demikian, pemerintah sulit untuk melakukan koordinsi.

“Amanah kesepakatan terakhir kan bulan Agustus 2016 nanti. Prosesnya saat ini masih jalan terus dan kita dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah titik sumur bor yang sudah terpasang,” jelasnya kembali.

Disinggung penjelasan secara pasti menyangkut kendala yang dihadapi oleh sejumlah pelaku pada upaya pemasangan sumur bor, Syahrin belum bisa menjelaskan secara gamblang ke sejumlah awak media.

Meski demikian, pihaknya berharap agar kesepakatan tersebut bisa terselesaikan, meski faktanya proses pemasangan sumur bor mengalami kendala yang masih belum ada kejelasan jelas.

“Sebenarnya data yang miliki ada 3, saya pegang data sumur bor yang sudah terverifikasi dan ada berita acara pemasanganya. Terkait wilayah pemasangan, kan kita sudah ada pemetaan lahan rawan kebakaran. Yang jelas sisanya kita akan upayakan terpasang semua,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles