http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Begini Cara Budayawan Peringati Hari Jadi Kota Medan

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Menyambut Hari Jadi Kota Medan yang ke-426, Konsorsium Warga Kota menggelar acara kesenian dan refleksi di Lapangan Merdeka Kota Medan, Jumat (1/7/2016) dini hari. 

Sebelumnya mereka juga menggelar ritual obor di Monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang ada di Jalan Kapten Maulana Lubis. Dalam acara yang diberi nama Tawar Kota itu, seluruh peserta hanyut dalam alunan musik khas karo. 

Dalam acara itu, para budayawan juga menampilkan teatrikal yang menceritakan tentang riwayat Kota Medan dan pendirinya Guru Patimpus Sembiring Pelawi. 

Budayawan Kota Medan Irwansyah Harahap mengatakan, acara ini digelar sebagai bentuk kesadaran sebagai warga Kota Medan untuk mengingat siapa sebenarnya pendiri Kota Medan. 

“Jadi lebih kepada kesadaran kolektif. Satu bulan belakangan kita diskusitentang kota, kebetulan juga mendekati hari jadi kota Medan. Di hari jadi Kota Medan ini kita coba merefleksikan perjalan Guru Patimpus, karena sesungguhnya figur Guru Patimpus adalah ikon Kota Medan,” katanya disela-sela acara. 

Setiap warga Kota Medan harus memahami benar siapa sebenarnya sosok Guru Patimpus. Karena setiap warga kota yang mendiami kota sebagai tempat tinggal harus memahami kotanya. 

“Itu ada dalam ingatan kita tapi gak banyak yang kita tahu tentang dia. Itulah inti awalnya, kita mencoba tahu meskipun sejarahnya panjang, lebih dari 400 tahun.Tapi sesungguhnya orang yang berdiam diri dalam sebuah kota adalah orang-orang yang berkewajiban untuk paham kotanya,” 

Kondisi hari ini, semakin banyak warga kota yang mempertahankan ketidakpahaman terhadap kotanya. Dan kondisi ini semakin membesar. Dengan adanya ketidakpahaman banyak warga kota terhadap kotanya, Konsorsium Warga Kota menjadikan ‘Tawar Kota’ sebagai upaya membangun kesadaran. Karena setiap warga kota adalah subjek yang bertanggung jawab atas setiap masalah yang ada.

“Muncul gagagasan-gagasan dalam diskusi sebulan belakangan ini. Kita mencoba  membangun kesadaran bahwasanya semua warga kota itu merupakan subjek, jadi bukan objek lagi. Kalau dia menjadi subjek kotanya, ia akan  memerankan dirinya sebagai individu untuk memikirkan kotanya, bukan semata-mata hanya urusan birokrat di bawah kepemimpinan walikota. Artinya kita mencoba membangun sebuah semangat baru,” pungkasnya.(yug)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,143PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.