spot_img

Warga Mukomuko Mengisi Ramadhan Dengan Tradisi Berburu Babi

MENARAnews Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Sebagian warga Kab. Mukomuko mengisi bulan ramadhan dengan berburu babi. Tapi tidak perlu khawatir, perburuan tersebut bukan untuk bahan konsumsi tapi sebagai penyaluran hobi dan sarana membasmi hama babi yang meresahkan petani sawit.

Salah satu pemburu babi, Iyun, menuturkan pemburuan babi merupakan hobi dan juga membantu petani sawit membasmi hama tersebut. “Hobi saja, tapi juga bantu petani sawit, kan hama” tuturnya.

Meskipun tujuan kegiatan ini dilakukan secara sukarela dan bagian dari hobi, terkadang beberapa petani memberikan upah kepada pemburu sebagai ungkapan terimakasih. Bahkan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan ikut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kadang dikasih sama petani, kadang juga dari dinas-dinas, seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan” Ujarnya.

Ia pun menyampaikan para pemburu di Kab. Mukomuko tergabung dalam persatuan olahraga yang disebut PORBI (Persatuan Olahraga Berburu Babi). “Kami tergabung dalam PORBI, ketuanya pak Ramdani, Kepala BPBD Kab. Mukomuko” tuturnya.

Ramdani, saat dikonfirmasi MENARAnews (11/6/2016) terkait kesehatan anjing pemburu, mengatakan seluruh anjing telah divaksinasi yang dilakukan setiap tahunnya. Meskipun demikian, kesehatan anjing terus diperhatikan karena babi liar yang diburu rawan menularkan berbagai penyakit.

Sementara itu, Ia juga menyampaikan babi hasil buruan tidak digunakan sebagai bahan konsumsi dan mayoritas dibiarkan begitu saja. “Dibiarkan saja, nanti jadi makanan babi yang lain” ujarnya.

Berburu babi merupakan tradisi asli suku minang yang kemudian berkembang dan menyebar di beberapa daerah salah satunya Kab. Mukomuko yang notabene memiliki garis keturunan dekat dengan suku minang. Tradisi ini terus dipertahankan masyarakat yang kemudian menjadi ajang penyaluran hobi, olahraga, bahkan wisata.

Akan tetapi, kesehatan anjing perlu menjadi perhatian penting khususnya terkait penyebaran virus rabies. Hal tersebut mengingat Bengkulu memiliki tingkat GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) yang cukup tinggi termasuk Kab. Mukomuko. Untuk Indonesia bebas rabies 2020. (AL)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles