spot_img

Sumsel Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo yang diwakili oleh Kasi Ops Korem 044/Gapo Letkol Inf Wahyu HS. menghadiri upacara pembukaan pelaksanaan operasi TMC di Sumatera Selatan yang dibuka oleh Direktur Bantuan Darurat PNPB Eko Budiman (13/6).

Bencana asap akibat kebakaran hutan selama tahun 2015 menyisakan trauma yang cukup dalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Beberapa lembaga riset dunia dan badan meteorologi beberapa negara di dunia menyatakan adanya kejadian El Nino kuat, bahkan kondisi ini berlangsung hingga triwulan pertama tahun 2016 dan baru mulai menurun di bulan April 2016. Adanya kejadian El Nino tersebut secara umum telah mengurangi intensitas curah hujan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Sumatera Selatan.

Berdasarkan data yang ada di lapangan, sejak awal bulan Mei hingga Juni 2016 sudah mulai muncul hotspot di Sumatera. Dengan kondisi tersebut pemerintah daerah khususnya Sumsel tidak berani ambil resiko, upaya antisipasi harus tetap dilaksanakan untuk menghindari timbulnya ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Diprediksi kondisi atmosfir ke depan wilayah Sumsel akan memasuki musim kemarau, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca-Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) melakuan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau sering dikenal dengan istilah hujan buatan dalam rangka siaga darurat  kebakaran hutan dan lahan untuk mengoptimalkan  potensi awan menjadi hujan.

Belajar dari pengalaman tahun 2015 dimana pada musim kemarau terjadi bencana kebakaran lahan dan hutan yang sangat parah hingga menyebabkan kegiatan penerbangan di Sumsel terganggu selama beberapa hari, maka meskipun hotspot tidak terlalu tinggi seperti pada tahun 2015, TMC perlu dilaksanakan sebagai langkah antisipasi untuk pembasahan lahan-lahan gambut dan pengisian embung-embung penampungan air untuk mencejah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Operasi TMC dikendalikan dari posko yang bertempat di Lanud Palembang. Untuk membantu pemantauan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, telah ditetapkan porsonel di dua lokasi pos pengamatan meteorologi (posmet) yaitu di daerah Kayu Agung dan Sekayu hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilakukan setiap saat oleh petugas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Teknolongi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA), BPPT beserta jajarannya, pejabat teras provinsi Sumsel, Kapolda, Kepala BPPD Sumatera Selatan, Kepala Sar Prov. Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas PUPR Sumsel, Danlanud Palembang, GM Angkasapura 2 dan Kepala Stasiun BMKG. (AD)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles