spot_img

Satu Keluarga Jadi Korban Pemukulan Oknum Polisi

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Satu keluarga Drs. Mahdy Usman, SH, salah satu Hakim Senior Pengadilan Agama Jakarta Barat dengan tiga orang anak dan satu orang adik ipar menjadi korban pemukulan oknum polisi berinisial M. Kejadian di halaman rumah Mahdy Usman, Lamteumen Barat melibatkan Aiptu M yang merupakan anggota Sat Narkoba Polda Aceh.

Kronologi kejadian berawal dari salah satu anak Mahdy, Yadaina Ulya Mahdy ketika turun dari mobil sedang mengenakan headset sambil berbincang dengan temannya tiba-tiba dipukul oleh pelaku M, Minggu 12/6/16. Setelah memukul, pelaku M mengatakan kepada Yadaina bahwa omongan Yadaina tidak sopan dan kemudian meninggalkannya begitu saja. Tidak terima atas perlakuan M, adik Yadaina Ulya Mahdy, yakni, Fanny Tasyfia Mahdy dan Ruhil Fathana Mahdy bertanya kepada pelaku, M, alasan pemukulan terhadap kakaknya. Namun yang terjadi, kedua adik Yadaina tersebut juga turut kena pukul.

“Dia pikir anak kami ini, Yadaina Ulya Mahdy, menghujat dia (pelaku M), padahal anak kami sedang ngomong sama kawannya ditelpon dan pakai headset,” ujar Sabariah, istri Mahdy Usman.

Orang tua Yadaina, Mahdy Usman bersama istrinya kembali ke rumahnya untuk melakukan pengobatan anak-anaknya yang telah menjadi korban pemukulan.

Mengetahui kakaknya kembali dari Jakarta, Muladi mengunjungi ke rumahnya. Ketika hendak pulang ke rumah, Mahdy Usman mengatakan pada adiknya,

“Jangan pulang dulu dek, ini mana tau nanti ada sengketa tanah, tolong nanti ini diluruskan batas tanahnya, pondasinya” kata Mahdy Usman kepada adik iparnya, Muladi.

Pembicaraan tersebut didengar oleh istri pelaku M, yang juga merupakan tetangganya. Istri M menyampaikan kepada suaminya, M, bahwa Muladi adalah orang yang mengaku-ngaku membangun rumahnya. Mendengar istrinya berkata seperti itu, pelaku M keluar dari rumah dan langsung memukul Muladi, Kamis, 16/6/16.

Mengetahui adik iparnya dipukul, Mahdy datang untuk melerai keduanya. Namun naas, Mahdy justru juga menerima pukulan. Ketika dirinya jatuh karena pukulan M, menurut keterangan istri Mahdy, pelaku M masih mengambil satu bongkah batu untuk dilemparkan ke kepala Mahdy. Beruntung, dengan kondisi yang hampir pingsan, Mahdy masih dapat menghindar.

Akibat perbuatan M, Mahdi Usman dilarikan ke rumah sakit dan menjalani opname.

Sampai saat ini, pihak korban, Mahdy Usman sudah melaporkan kepada pihak kepolisian Aceh dan mengharapkan adanya tindak lanjut dari penegak hukum. (AM)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles