Perusahaan di Sekitar Danau Toba Harus Direlokasi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Keberadaan sejumlah perusahaan yang diduga merusak ekosistem Danu Toba mmmbuat geram Anggota Komisi B DPRD Sumut Leonard Samosir.

Dia menduga beberapa perusahaan tersebut merupakan penghasil limbah berbahaya dan perusak lingkungan serta ada yang juga pembabat hutan, seperti PT TPL. Politisi Partai Golkar ini melontrrkan wacana agar perusahaan tersebut lebih baik direlokasi.

“Masalah yang paling menonjol dan kesalahan terbesar PT TPL adalah merusak lingkungan, pembabatan hutan dan penghasil limbah di danau Toba,” katanya, Selasa (21/06/2016).

Area yang digunakan TPL sudah tidak sesuai. Bahkan jauh lebih luas dari izin konsesi yang diberikan.

“Sedangkan ekses lainnya yang diakibatkan, yakni debit air danau Toba terus mengalami penurunan yang sangat drastis,” ungkap wakil rakyat yang biasa disapa Leo ini.

Padahal, menurut mantan Ketua DPRD Kabupaten Dairi ini, stabilnya sumber air Danau Toba banyak memberikan kontribusi positif, khususnya jika dikelola untuk sumber pembangkit tenaga listrik.

“Sangat ironis kini potensi-potensi tersebut tergerus, akibat ulah oknum-oknum pengusaha nakal. Bayangkan saja, turbin Lau Renun yang sudah selesai dan dibangun dengan mahal pun tidak berfungsi maksimal karena sering kekurangan air,” tuturnya.

Leo berharap Badan Otorita Danau Toba dapat melakukan kajian ulang yang mendalam terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran.

“Harus dikaji ulang itu, kita harus memikirkan dampaknya,” pungkasnya. (Yug)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles