spot_img

Pertamina: Jika Ada Orang Dalam Yang Terlibat, Sanksinya Pecat

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Tindakan keras dari pihak Pertamina Persero dalam memberikan sanksi akan diterapkan bagi karyawan atau orang dalam yang terlibat dalam kasus penyelundupan 1.200 ton minyak mentah dari KMT Andhika Arsanti ke KMT Merlion yang berbendera negara Saint Kitts and Navis, di perairan Tanjung Kampeh, Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin, yang berhasil diungkap Dit Polair Polda Sumsel beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan, Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR II, Makasim kepada awak media, Selasa (28/6).

“Dengan adanya peristiwa itu, tentu ke depan kami akan sangat berhati-hati. Kami akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait, tentunya akan menjadi evaluasi kami ke depan. Beruntung, minyak mentah ini tidak hilang, dalam artian minyak ini berhasil diamankan. Usai proses kepolisian berjalan, minyak ini akan dikembalikan lagi ke pihak Pertamina. Jika dalam proses kepolisian ini terdapat orang dalam atau karyawan kami yang terlibat, maka kami akan berikan tindakan tegas. Bila terbukti dia pasti diberikan sangsi ‘pecat’. Kami tidak akan tolerir bagi pelaku seperti ini,” beber Makasim dengan kalimat tegas saat dibincangi di ruang kerjanya.

Menurut pengakuan Makasim, semenjak dirinya duduk di bangku Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR II tahun 1989, baru kali ini terjadi penyelundupan minyak mentah ini.

“Baru ini kejadian yang saya terima. Dari tahun 1989, hanya terjadi pencurian minyak sejerigen atau satu tong saja, namun kali inilah baru terungkap yang besarnya. Sejauh ini pengawasan dan tim kami cukup cermat dalam mengawasi dan memeriksa tibanya minyak ke tempat yang dituju, waktu, ukuran dan tempatnya pun tepat pada waktunya,” katanya.

Namun, dengan kejadian ini akan tetap menjadi pelajaran. Menurutnya, kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar semua pelaku dapat tertangkap.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dit Polair Polda Sumsel berhasil menggagalkan penyelundupan 1.200 ton minyak mentah dari KMT Andhika Arsanti ke KMT Merlion yang berbendera negara Saint Kitts and Navis, di perairan Tanjung Kampeh, Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Empat nahkoda dan mualim dari dua kapal tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan diawali saat bongkar muat pada Kamis (23/6) dini hari. Dimana KMT Merlion Dua sudah memuat 600 ton dan sedang berlangsung pemuatan 600 ton lagi.

KMT Andhika Arsanti memuat minyak yang didapat dari perairan Muntok, Bangka Belitung. Kapal tersebut membawa 27 anak buah kapal yang dinahkodai EZ. Sementara KMT Merlion Dua membawa sembilan ABK, dua diantaranya WN Myanmar. Dari manifes, KMT Andhika Arsanti harusnya mengirim ke Pertamina, ternyata diselundupkan. (AD)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles