Pelaku PETI Dibebaskan, Warga Akan Gelar Demo

MENARAnews,Palangka Raya (Kalteng) – Anggota Koperasi Omang Sabar di Sei Sehe (Tubu) Desa Sebangau Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kowaringin Timur berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalteng. Aksi berkaitan dengan adanya aktivitas penambangan emas yang diduga illegal  di lahan milik mereka.

Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Law and Development Watch Central Kalimantan, Drs. Menteng Asmin, ketika dikonfirmasi MENARAnews, Kamis (16/06/2016) siang mengatakan akitivitas penambang ternyata dikoordiinatori oleh salah seorang Guru SDN1 Bukit Harapan atas nama Muliadi, S. Pd.

“Penambangan itu kan merugikan warga disana terutama anggota kopersi jadi Selasa depan tepatnya 21 Juni 2016, kami akan menggelar aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Sebelumnya, ungkap Menteng Asmin pada 11 Juni 2016, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari warga dibantu dengan empat orang anggota Polsek Parenggean berhasil menangkap sepuluh pelakuu penambangan.

“Pelaku diamankan di Polsek Parenggean beserta barang buktinya seperti Dum Truck 1 unit, Cangkul 1 buah, Linggis 3 buah, Sepeda motor 3 unit, Batu Emas kurang lebih 50 karung, Senpi rakitan 1 buah, Air keras 1 teng,” ujarnya.

Namun, lanjut Asmin pada 12 Juni 2016 kesepuluh orang tersebut dibebaskan oleh pihak penyidik karena dianggap tidak jelas dan tidak cukup bukti.

“Kami sangat menyesalkan, menyayangkan dan meragukan tingkat profesional penyidik Polsek Parenggean, dan diduga kuat ada pembiaran dan main mata dengan Koordinatornya saudara Muliadi karena 10 orang pelaku itu beserta barang buktinya justru telah dibebaskan pada hari minggu malam tanggal 12 Juni 2016 dengan berbagai alasan yang tidak jelas dan tidak cukup bukti,” kata Menteng Asmin.

Hal itu ungkapnya sudah dilakukan selama 2 bulan terakhir ini. Dikatakan lebih lanjut, Muliadi diduga telah mengarahkan warga sekitar untuk menambang di lahan tersebut dengan upah Rp 500.000,- per orang. Muliadi juga mengatakan kepada pekerjanya bahwa lahan itu miliknya.

“Tanah itu bukan punya dia tetapi lahan sekitar  itu milik Koperasi Omang untuk perkebunan kelapa sawit dan sudah ditanami sekitar 600 hektare,” jelasnya.

Dia menginformasikan bahwa Muliadi merupakan Sekretaris Koperasi Omang Sabar tetapi jabatannya telah dicopot karena kinerjanya dianggap tidak beres dan mampu menyuap oknum aparat.

“Mereka juga sudah dirugikan secara materil lahan sudah rusak dan sekitar 5 kiloan emas hilang dan kami merasa dirugikan sebesar 20-puluhan milyar lebih,” katanya lagi.

Untuk itu, dalam aksi nanti pihaknya mendesak Kapolsek Parenggean agar menangkap atau menahan kembali dan menetapkan 10 orang pelaku penambang emas ilegal yang telah dibebaskan beserta koordinatornya saudara Muliadi sebagai tersangka. (Marlianti)

Editor : Raudhatul N.

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles