spot_img

Kualitas Air PDAM Masih Kurang Bagus

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Bahan baku air yang digunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya masih kurang bagus. Pasalnya pada musim hujan semacam ini air yang dihasilkan masih kurang jernih.Perusahaan  daerah tersebut harus terus bersusah payah mengolahnya agar menyajikan air minum layak kepada masyarakat. Hal ini berbeda jika sumber yang didapatkan dalam kualitas bagus akan meringankan ongkos produksi.

Direktur PDAM Tridoyo Kertanegara mengatakan ada beberapa masalah yang dihadapi salah satunya air sungai kahayan yang selama ini sering kali keruh dan terdampak limbah dari aktivitas di hulu sungai. PDAM sudah mengakali dengan memasang pipa intake sejauh 4 km lebih (agar ambil setelah percabangan sungai rungan) namun masalahnya intake itu sampai kini tidak beroperasi. Alhasil, suplai air sampai saat ini masih bercampur Sungai Rungan yang banyak kandungan gambut.

“Intake sudah selesai, namun belum tersambung ke sistem kita. Pipa sepanjang itu masih belum digunakan karena terkendala pasokan listrik untuk pembangkit generator intake. Yang dibutuhkan cukup besar dan PLN belum bisa menyediakan sampai sekarang. Jadi pengambilan air bakunya ya masih dari bawah situ,” ungkap Direktur PDAM, Tridoyo Kertanegara saat berbincang, Rabu (1/6/2016).

Lanjutnya, jika intake itu berfungsi maka akan mampu menghindari bahan baku  yang kurang baik, karena kita bisa langsung mengambil bahan baku dari hulu sungai. Bila saat ini, ketika musim hujan justru membuat pihaknya menguras tenaga untuk menjernihkannya. Sebab air gambut mudah turun dan bercampur sungai kahayan dan dapat menurunkan kualitas air.

“Setidaknya kalau kemarau, tidak kecampur aliran air dari sungai rungan yang banyak gambut, karena debit airnya tidak tinggi, jadi tidak sampai kesini. Beda dengan musim hujan yang airnya pasang lalu kecampur dari mana-mana terutama perusahaan yang diatas yang buang air ke sungai.

Ditanya kenapa tidak terima saja intake yang merupakan proyek bantuan bernilai puluhan miliar itu, Tridoyo mengaku tidak mau asal terima. Daripada diserahterimakan tetapi pada akhirnya tidak beroperasi malah menjeblokkan kinerjanya.

“Buat apa kalau tidak siap operasikan, mending kalau sudah siap saja. Membuat listrik masuk saja berapa biayanya, itu kan miliaran, yang nanggung nanti siapa.Jadi PU pun akhirnya sampai kini belum bisa menyerahkan juga ke kita,” ungkapnya.

Sementara salah satu pelanggan Imam, mengaku risih dengan pengambilan air baku yang dilakukan pihak PDAM. Sebab lokasi pengambilannya tepat berada di belakang PDAM. Ia khawatir bercampur limbah rumah sakit yang pembuangannya bersebelahan dengan lokasi pipa PDAM.

“Terkadang kualitas air yang dihasilkanpun kurang bagus, terutama pada musim hujan seperti ini, sudah tentu kualitasnya kurang air kurang bagus,” ketus dia. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles