spot_img

Kesiapan Dishubkominfo Kapuas Jelang Arus Mudik

MENARAnews, Kapuas (Kalteng) – Setelah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Kapuas sebelumnya, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Kapuas sedang mempersiapkan segala sesuatunya menjelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 hijriah.

“Akan dilakukan pengecekan kelayakan, kalau di sungai ya layak layar, kalau di darat ya layak jalan, yanga paling penting dicek secara detail terhadap komponen-komponen terkait keselamatan perjalanan penumpang. Menurut instruksi Menteri Perhubungan, alat transportasi yang tidak layak tidak diperbolehkan jalan.” Tutur Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kab. Kapuas, Ahmad Sopian.

Ditanya soal standar minimal tahun kendaraan yang layak, Sopian menjelaskan, tidak ada standar minimal tahun kendaraan, karena hal tersebut merupakan faktor relatif dari kendaraan yang memang mempunyai kualitas baik dan drivernya yang bisa memelihara mobil, sehingga kesusutan mobil tersebut bisa ditekan.

Sopian menjelaskan, Dishubkominfo akan bekerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan operasi pengecekan ini. “Operasi akan dilaksanakan sekitar semingggu sebelum lebaran bersama polisi. Ga bisa kita kerja sendiri.” Tegas Sopian.

Lebih lanjut, Sopian menjelaskan bahwa hambatan utama uji kelayakan ini adalah adanya taksi liar yang ber plat hitam atau taksi non-trayek. “Kapuas memang kecil, tapi susahnya cari taksi liar ini karena kabupaten ini letaknya strategis, terletak diantara jalur 2 ibukota provinsi.” Jelasnya.

Dirinya menambahkan, taksi gelap itu biasanya di biasanya dari Kapuas-Palangkaraya, Kapuas-Banjarmasin, ada yang langsung Banjarmasin-Palangkaraya, dan ada pula dari Hulu melalui Kapuas langsung ke Banjarmasin.

Selain itu Sopian, banyak kerugian yang diakibatkan dari taksi berpelat hitam ini, diantaranya KIR tidak dilaksanakan dan tidak membayar pajak karena tidak memiliki perusahaan.

“Pemerintah daerah akan melakukan razia dan pemeriksaan pada tanggal 1 dan tanggal 2 Juli, tidak hanya Polisi dan Dishub yang bergerak namun Dinas Kesehatan juga ikut, mengecek supir. Supirnya Narkoba kah? Supirnya gampang ngantuk kah?” ungkap Kepala Dinas Perhubungan itu.

Pihaknya menganjurkan adanya penggunaan bis-bis dalam melakukan transportasi lebaran. “Saya juga memperingatkan supir tidak boleh bekerja/menyupir melebihi 4 jam.” Tutupnya. (ZEN)

 

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles