Jelang Ramadhan, Harga Bumbu Giling di Medan Merangkak Naik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Menjelang bulan suci Ramadhan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga salah satunya harga bumbu giling. Dibeberapa pasar tradisional harganya mulai merangkak naik. Kenaikan harga bumbu giling bukan tanpa sebab, kenaikan harga ini dipicu oleh naiknya harga bahan pokok seperti, cabai, bawang merah dan bawang putih.

Kenaikan harga bahan pokok yang bersamaan dengan momentum bulan suci Ramadhan juga menjadi pemicu naiknya harga bumbu giling. Diana, salah seorang pedagang bumbu giling di Pasar Sukaramai terpaksa harus menaikkan harga dari biasanya.

“Kalau gak kayak gitu, bisa rugi lah kita bang,” katanya saat ditemui MENARAnews.com di Pasar Sukaramai, Jumat (3/6/2016).

Cabai giling yang biasa dijual dengan harga Rp. 28 Ribu melonjak ke harga Rp.40 ribu/kg, bawang merah giling naik menjadi Rp. 20 ribu/kg tergantung dengan kualitas bahan baku yang digunakan. Harga kunyit juga naik menjadi Rp.8 ribu/kg, serta lengkuas dan daun sereh menjadi Rp.7 ribu/kg.

“Biasa, kalau mau puasa sama lebaran gini memang naik semua harga barang,” imbuhnya.

Kendati demikian, Diana tak berani dengan sembarangan untuk menaikkan harga. Karena itu bisa berakibat pada tingkat kepercayaan pelanggan. 

Di tempat lain, pedagang bumbu giling Hartati mengaku hingga hari ini dirinya menjual cabai giling dengan harga Rp. 40 ribu/kg. Hartati meminta pemerintah dapat mengawal ketat harga bahan pokok seperti, cabai, bawang, dan sejumlah bahan pokok lainnya. Karena imbasnya sangat dirasakan oleh penjual bumbu giling di pasar tradisional.

“Pemerintah yang bisa mengawal ini, harus dikawal, apalagi kalau puasa. Kalau tidak, bisa gak ada untung nanti jualan bumbu,” pungkasnya. (Yug)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles