spot_img

Dua Perusahaan Sawit Tidak Taati Ketetapan Harga Beli TBS

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Dua perusahaan di Kab. Mukomuko pasang harga beli TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dibawah ketetapan dinas perkebunan Prov. Bengkulu. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kab. Mukomuko, Wahyu Hidayat, saat dijumpai MENARAnews di Kantornya (8/6/2016).

Penetapan harga beli TBS kelapa sawit dikeluarkan setiap minggu oleh Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu. Berdasarkan penetapan terakhir, minggu ke-IV bulan Mei, harga TBS di tingkat pabrik ditentukan sebesar Rp1.472,-/kg dengan toleransi 5%. “Artinya harga beli terendah TBS (oleh pabrik) yang ditoleransi sekitar Rp1.402,-/kg” jelas Wahyu.

Dari kontrol harga yang dilakukan DP3K Kab. Mukomuko setiap minggunya, tampak dua perusahaan tidak mengindahkan ketetapan tersebut. Dua perusahaan itu yakni PT. Karya Sawitindo Mas (KSM) dan PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA). Keduanya menetapkan harga pada angka Rp1.370,-/kg pada minggu ke-IV bulan Mei dan minggu pertama bulan Juni.

Terkait hal itu, wahyu menyampaikan pihaknya terus memberikan teguran kepada perusahaan yang menetapkan harga dibawah standart. Akan tetapi, menurutnya kewenangan itu sangat lemah karena tidak ada ketentuan mengenai pemberian sanksi terhadap perusahaan-perusahaan bandel itu.

“Itu tidak kuat, kita hanya diberikan kewenangan memberikan teguran, tidak ada ketentuan sanksi, hasilnya perusahaan-perusahaan itu tetap memberikan harga segitu, kita tidak bisa maksain” tuturnya.

Penyelewengan harga oleh perusahaan-perusahaan ini akan sangat berdampak kepada petani sawit. Hal tersebut dikarenakan harga TBS yang dibeli dari petani merupakan harga dari penadah (toke) yang telah dipotong harga distribusi. Akibatnya harga yang diterima oleh petani akan lebih rendah.

“Dampaknya juga ke petani, harga bisa turun dua kali” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan perlu adanya regulasi khusus terkait pemberian sanksi kepada perusahaan yang tidak tertib agar penetapan harga TBS kelapa sawit dapat terkontrol dengan baik dan masyarakat terutama petani sawit tidak mendapatkan imbasnya. (AL)

{loadposition media-right}

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles