http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Dialog HTI: Musuh Bersama Bukan Komunisme, Tapi Neo Liberalisme dan Kapitalisme Gaya Baru

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Belakangan ini warga Indonesia dihebohkan dengan isu bangkitnya paham komunis ditengah-tengah masyarakat. Itu dilihat dari maraknya aktivitas dari kalangan bawah memunculkan simbol-simbol yang dikenal komunis, palu dan arit.

Menyikapi hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Sumut mengadakan dialog publik di Amaliun Food Court, Minggu (19/6/2016) untuk melihat ancaman ideologi apa yang masuk ke Indonesia yang merusak struktur dan moral bangsa ini.

Dalam pandangannya sebagai pembicara, Dedi Syahputra melihat fenomena saat ini adalah permainan simbol. Menurutnya, berbicara mengenai PKI (Partai Komunis Indonesia) juga berbicara mengenai simbol.

Selama ini PKI dijadikan sebagai musuh ideolgi bangsa karena ada simbol yang tertanama di dalam alam bawah sadar setiap orang, melihat simbol palu dan arit maka identik dengan komunis dan harus dimusuhi serta dijauhi.

“Setiap orang sudah tertanam di kepalanya, karena hampir setiap hari disuguhkan dengan hal yang sama seperti logo PKI dan paham yang sesat. Secara langsung masyarakat menerima hal itu akan melekat terus menerus,” tutur Redaktur Harian Waspada itu

Kata Dedi, ada indikasi Komunis dan Kapitalis justru sudah sejalan dan menjadikan Islam sebagai ancaman. Aksi terorisme selama ini dijadikan simbol bahwa setiap yang berpakaian layaknya Muslim akan dicap sebagai teroris.

Lebih lanjut, pangamat sosial dan politik dari USU, Dr Warjio PhD melihat bahwa komunis saat ini sudah bertransformasi dengan kapitalisme. Bisa dibuktikan dengan beberapa negara seperti Cina yang saat ini sudah jauh berbeda dengan komunis yang dikenal.

“Jadi paham komunis ini sudah bertransformasi mengikuti zaman, bila ada peluang menguntungkan maka negara akan kerjakan itu,” tuturnya.

Masih kata Warjio, dulu Soekarno pernah menggabungkan konsep Nasakom (Nasional, Agama dan Komunis) namun menyingkirkan Masyumi dari posisinya sebagai partai Islam, karena takut dia menjadi ancaman bagi negara.

Warjio beranggapan bahwa Indonesia sebagai negara mayoritas Islam, justru Islam sendiri tidak mendapatkan tempat. Pengaruh barat masih kuat mengisi sektor ekonomi, pendidikan dan lainnya.

Lebih lanjut, Dr Mohammad Basyuni, DPD I HTI Sumut menirukan perkataan salah satu mantan Panglima TNI bahwa paham yang menjadi musuh bangsa ini adalah Neoliberalisme dan Kapitalisme gaya baru yang terus menghisap kekayaan alam Indonesia.

“Kekayaan alam Indonesia sudah dikuasai asing, semua sektor vital pasti dimasuki oleh asing,” ujarnya.

Basyuni menganggap Islam telah dikelirukan oleh Barat sebagai teroris dengan kekuatan media dan lainnya. Aksi teror selama ini selalu diidentikkan dengan Islam sementara belum jelas apakah itu Islam atau tidak.

Menurutnya selama ini, Islam diajarkan dengan Jihad offensive bukan defensive, sehingga banyak kelompok yang keliru dan menggunakan Jihad Islam melakukan aksi-aksi teror.

“Banyak umat Muslim menjadi takut menggunakan simbol-simbol Islam karena akan dicap sebagai terorisme, itu keliru besar. Generasi muda harus ditanamkan bahwa semangat perjuangan Islam itu adalah untuk Kesejahteraan dengan cara-cara yang mulia,” pungkasnya. (Ded)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,120PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.