spot_img

Ciptakan Teknologi Busa Anti Api Nusantara Gapo 44 Untuk Cegah Karhutla di Sumsel

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo menyaksikan demonstrasi pemadaman api dengan menggunakan teknologi busa anti api (Nusantara Gapo 44) yang diciptakan oleh Tim Riset Korem 044/Gapo di lapangan Makorem 044/Gapo (22/6).

Dalam penjelasannya, Danrem 044/Gapo mengatakan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat. Oleh sebab itu Korem 044/Gapo telah melaksanakan pemantauan secara terus-menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran, sehingga apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi. Selain melaksanakan tugas pemantauan juga mengawasi masyarakat atau pihak lain yang sengaja membakar lahan maupun hutan untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Untuk mengatasi Karhutla dengan cepat, efektif dan efisien maka Danrem 044/Gapo membentuk Tim Riset guna menciptakan suatu metode dan bahan yang dapat digunakan untuk mencegah kebakaran yang diberi nama Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api). Tim Riset beranggotakan personel Korem 044/Gapo, Garda Ilmuwan Nusantara dan PT. Sriwijaya Palm Oil.

Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api) merupakan terapan teknologi penanganan kebakaran dengan menggunakan cairan yang aman dan ramah lingkungan. Teknologi ini sangat cocok diterapkan pada jenis kebakaran bahan bakar berbasis minyak atau disebut kebakaran kelas B (minyak, solar dan cairnya), juga untuk memadamkan kebakaran benda padat (kelas A). Cara kerja Nusantara gapo 44 atau pemadam kebakaran dengan bahan busa ini adalah dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalam proses terjadinya kebakaran (api) dengan menutup/menyelimuti permukaan benda yang terbakar sehingga api tidak mengalir (terputusnya aliran oksigen).

Pemadaman menggunakan teknologi ini sangat cocok digunakan untuk menangani kebakaran pada lahan gambut, sebab apabila menggunakan air maka akan membutuhkan air yang sangat banyak yaitu 200-400 liter air hanya dapat memadamkan api seluas 1 meter persegi dan apabila menggunakan bahan kimia yang selama ini digunakan oleh Damkar harganya sangat mahal mencapai Rp 40.000,- per liter dan untuk 1 unit mobil Damkar membutuhkan 4.000 liter atau memerlukan biaya Rp 160 juta.

Sedangkan menggunakan tekhnologi Nusantara Gapo 44 (Busa Anti Api) ini di luar jarang dipakai dengan alasan harga mahal, namun setelah diteliti dan diriset oleh Korem 044/Gapo teknologi ini ternyata biayanya sangat murah dan dapat diciptakan sendiri tanpa mendatangkan dari luar, bahkan hasilnya sangat efektif dan efisien dibanding pemadaman menggunakan teknologi lain. Teknologi ini juga sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia, hewan maupun tanaman. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan di wilayah Sumsel, khususnya dan Nusantara umumnya dalam penanganan kebakaran sudah dapat menggunakan terapan teknologi ini.

Sedangkan untuk pencegahan beberapa waktu yang lalu telah diluncurkan tekhnologi BIOS 44 yaitu berupa cairan paduan mikrorganisme yang disatukan berfungsi memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada di lahan gambut dalam tempo tertentu yang nantinya lahan tersebut tidak mudah terbakar, dan tekhnologi ini telah ditebar di wilayah lahan gambut yang ada di Kab. OKI dan Kab. Banyuasin melalui kerja sama antara Korem 044/Gapo dengan BPBD, BNPB, Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan. (AD)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles