Begini Kesiapan Pemkab Pandeglang Menghadapi MEA

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan produk-produk dalam negeri ke dunia internasional, begitu juga bagi SDM Indonesia, ini adalah ajang untuk bersaing dengan warga negara asing. Namun, di sisi lain, jika segala sesuatu yang berhubungan dengan MEA tidak dipersiapkan dengan baik, maka SDM Indonesia tidak akan mampu bersaing dan hanya jadi “penonton” di negara sendiri.

“Sejatinya Dinsosnakertrans Pandeglang mendidik SDM atau tenaga kerja dari lulusan SLTA, SMK, maupun SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kita didik dan berikan pembekalan di Balai Latihan Kerja yang kita miliki, semua itu adalah upaya untuk mempersiapkan SDM agar menjadi tenaga kerja yang handal dan profesional,” jelas Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengasawan Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kabupaten Pandeglang Muslih saat ditemui Wartawan MENARAnews diruangannya. (17/06/2016)

“Berbagai jenis kejuruan yang kita sediakan untuk dijadikan bekal, seperti elektronik, mesin, jahit, processing dan jurusan lainnya,” tambahnya.

“Kendala yang ditemui yaitu permasalahan SDM, harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan TKA, apalagi sistem MEA membebaskan keluar masuk tenaga kerja dalam suatu negara,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mendapat dukungan anggaran dari APBD Pandeglang, anggaran Pemerintah Provinsi Banten, dan anggaran dari Pemerintah Pusat, semua dukungan anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas SDM.

Selama tahun 2016, lanjut Muslih, berdasarkan data yang dimiliki Dinsosnakertrans Kabupaten Pandeglang, tidak ada tenaga kerja asing yang bekerja di Pandeglang. Berbeda dengan sekitar tahun 2010, ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PLTU Labuan, tetapi mereka sudah habis kontrak sehingga tahun 2016 sudah tidak ada lagi karena TKA tersebut sudah kembali ke asal masing-masing.

Ia mengakui, perbedaan penghasilan (upah) TKA dan tenaga kerja lokal sangat jauh, penghasilan TKA lebih tinggi berbeda hingga mencapai 3 kali lipat, hal ini dikarenakan TKA lebih profesional daripada tenaga kerja lokal. (Nz_Kant).

 

Editor: Irdan

 

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles