spot_img

Banyak Dikeluhkan Warga, PAM ATS Mesti Berbenah Diri

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Masyarakat Kota Palembang yang berlangganan air ledeng kawasan Sukarami dan Alang-Alang Lebar sedikit resah mendengar informasi bakal adanya kenaikan tarif PAM Adhya Tirta Sriwijaya (ATS). Menanggapi keluhan warga tersebut, manajemen PAM ATS mengaku sejauh ini tidak ada masalah pada distribusi. Bahkan menjamin belum ada kebijakan tersebut dalam waktu dekat ini.

“Tidak setuju kalau tarif dinaikkan. Ini memberatkan pelanggan. Rata-rata semua warga juga keberatan. Kebijakan ini jangan berbarengan dengan melambungnya harga kebutuhan masyarakat. Apalagi sekarang ini mau Lebaran yang berbarengan dengan tahun ajaran baru anak mau masuk sekolah,” keluh Totok Ramos, warga Blok Kana Talangkelapa, Selasa (28/6).

Hal senada juga disampaikan Zarkasih, warga Komplek Wafer Resident Talang Kelapa yang masih menuntut agar pelayanan lebih dikedepankan.

“Pelayanannya juga belum maksimal, jadi belum pantas kalau mau naikkan tarifnya. Terkadang memang pada air masih berbau kaporit. Bahkan tarif yang ditetapkan saat ini dirasakan masih memberatkan masyarakat,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Ningsih, warga Maskarebet yang berharap agar jangan sampai terjadi kenaikan tarif PAM ATS yang bakal memberatkan keuangan keluarga saat ini.

“Kalau bisa jangan dululah. Sekarang ini zamannya lagi susah. Kalau layanan Alhamdulillah bagus. Paling pada beberapa hari yang lalu jelang sahur sempat mati. Selama ini tidak pernah mati,” ujar Ningsih.

Sementara warga di Komplek Sembaja mengeluhkan beberapa hari terakhir, aliran air ATS tidak lancar. Bahkan tidak mengalir, biasanya kalau malam setelah jam 9 air ngucur dengan deras, atau pagi setelah pukul jam 8, namun belakangan tidak ngalir.

“Mohon penjelasan pihak manajemen, apalagi dalam suasana Ramadhan, kebutuhan air bersih tidak bisa diabaikan. Terima kasih atas penjelasannya,” ujar salah seorang warga Sembaja.

Menanggapi keluhan warga Sembaja ini, manajemen PAM ATS mengaku sejauh ini tidak ada masalah pada distribusi.

“Akan kita cek ke instalasi rumah pelanggan. Memang pada pertengahan Ramadhan minggu lalu ada dilakukan penggantian pompa. Yang tadinya berkekuatan 70 lps menjadi 120 lps (liter per second). Kalau perkiraannya bisa saja bermasalah pada setelan valve. Pastinya kami akan mengecek rumah itu,” kata Dirut PAM ATS, Mugiarto.

Sementara mengenai kabar akan adanya kenaikan tarif PAM ATS ini, Mugiarto menjamin belum ada kebijakan tersebut dalam waktu dekat ini.

“Kalau dalam waktu Juli-Agustus belum akan dinaikkan tarif dasar. Karena ini juga belum dapat persetujuan dari provinsi. Rencana kenaikan akan dilakukan September 2016 setelah ada persetujuan dari Pemprov Sumsel,” terang Mugiarto.

Menurutnya, tarif masih menggunakan 2013 dengan cost bis 2012. Sudah empat tahun dipakai. Ia mengaku ada 5 faktor yang mempengaruhi kenaikan dasar PAM ATS. Meliputi index TDL, cost index, chemical index, UMP, dan inflasi. Di perjanjian sudah diatur cara kenaikan melalui indeksasi setiap tahun. (AD)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles