http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Bahaya Stunting Terhadap Masyarakat Kapuas

MENARAnews, Kapuas (Kalteng) – Stunting (pendek) merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur.

“Dampak dari stunting akan mempengaruhi peningkatan resiko kesakitan, terhambatnya perkembangan otak, kurangnya pengetahuan, minimnya prestasi belajar dan pendeknya periode bersekolah, oleh karena itu perlu menjadi perhatian kita bersama” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Rianova usai pembukaan pertemuan koordinasi pemangko kepentingan dan dengar pendapat lintas sector dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas terkait stunting, di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas Senin, (13/6/2016).

 “Tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena dampak dari stunting ini sangat merugikan sekali, maka dari itu kita melakukan upaya pengurangan pencegahan terhadap stunting.” kata Rianova.

Disamping itu lanjut Rianova, anak stunting memiliki penghasilan 20 % lebih rendah dari anak yang tumbuh optimal dan pengaruhnya akan menurunkan pendapatan domestic  negara sebesar 3 %. Atas dasar itu, Pemkab Kapuas  berupaya melakukan pengurangan pencegahan terhadap stunting, karena Kabupaten Kapuas berdasarkan data terakhir telah memiliki angka stunting sebesar 45,2%, dari Kalimantan Tengah  sebesar 39,6%.

“Ada 10 Kecamatan yang kebanyakan berada di wilayah Hulu angka stunting cukup tinggi,  ini salah satunya disebabkan minimnya sarana prasarana kesehatan. Karena kita mengetahui Geografis wilayah Hulu sana sulit untuk dijangkau.” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Adelina Yunus

 Lebih lanjut Adelina, stunting sendiri adalah stunting adalah keadaan balita yang lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya, yang tentu mengakibatkan anak itu menjadi anak pendek dari tinggi standar hingga dia dewasa.

“Hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak yakni sejak janin hingga usia 2 tahun. Akibat jangka panjang perkembangan otak dan fisik terhambat, sulit berprestasi, rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa mudah mengalami kegemukan.” tambahnya.

 “Langkah utama mencegah anak terlahir dalam keadaan stunting adalah pemenuhan kebutuhan gizi sejak ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita minimal sampai usia 2 tahun,” tutup Adelina. (ZEN)

 

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,143PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.