spot_img

55 Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia Ditahan di Belawan

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Patroli Laut Bea Cukai tampaknya kembali menuai prestasi dalam upaya memberantas dan menggagalkan penyelundupan melalui jalur laut, khususnya diperairan timur pulau Sumatera.

Kali ini pihaknya menggagalkan upaya penyelundupan 55 Ton Bawang Merah ilegal yang dibawa oleh KM Bidara GT 60. Patroli Laut bea cukai Kapal BC 8006 mendeteksi keberadaan KM Bidara GT 60 yang diduga membawa barang impor ilegal diperairan Kuala Air Masin, Aceh Tamiang, Rabu (29/6/2016).

Dalam proses penangkapan, KM bidara yang dinakhodai oleh MN
dengan anak buah kapal A, IA, F dan IS mencoba melarikan diri tanpa
mengindahkan peringatan petugas.

Sepertinya upaya melarikan diri KM Bidara kurang gesit, akhirnya kapal dan awaknya  berhasil dihentikan dan digiring ke Dermaga Kantor Wilayah Bea cukai Belawan untuk pemeriksaan.

Berdasarkan pemeriksaan, diketahui KM Bidara mengangkut Bawang Merah
sekitar 55 Ton yang terdiri dari 5.500 karung, masing-masing berisi 10 Kg. Diduga, kapal ini mengangkut bawang ilegal itu dari pelabuhan seberang Perai, Penang dan Malaysia.

Informasi yang dihimpun, barang tersebut ternyata tidak dilengkapi dokumen resmi, berupa dokumen Manifest (Daftar barang niaga/barang impor). Serta pelaku tidak ada membawa dokumen Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut ( RKSP/BC) serta dokumen Inward Manifest.

“Dalam pengejaran kami mengamankan Kapal KM Bidara GT 60 yang diNakhodai MN mengangkut bawang merah Ilegal dan langsung kita amankan yang kemudian dibawa ke Dermaga Bea Cukai, Bawang Merah sebanyak 55 Ton,” sebut Komandan Patroli BC 8006, Sofyan AB.

Tersangka diduga melakukan tindak pidana penyelundupan impor dengan
melanggar Pasal 102 huruf a UU Nomor 10 tahun 1995, sebagaimana telah
diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan. (Ded)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles