spot_img

500 Liter Minyak Tanah Diamankan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebanyak 500 liter minyak tanah tanpa ijin di Jl. Cempaka Kota Palangka Raya berhasil diamankan oleh Polres Palangka Raya. Kasat Reskrim Polres Palangka Raya Erwin Situmorang, Kamis (23/06/2016) mengatakan penangkapan itu merupakan hasil pengaduan masyarakat.

“Semuanya ada 25 drum yaitu sekitar 500 liter. Perijinan penjualan minyak tanah ada tapi mati jadi kita simpulkan tidak ada ijin,” kata Erwin Situmorang saat diwawancarai.

Dalam penangkapan, Erwin menjelaskan ada beberapa surat yang dimiiliki oleh si penjual diantaranya Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut, Surat Ijin Usaha Mukro oleh Kecamatan Pahandut.

Selanjutnya, Surat Keterangan dari Disperindag Kota Palangka Raya tetapi sudah tidak berlaku sejak 4 Juni 2016 dan masih belum diperpanjang.

Ia mengatakan, yang terduga bisa dikenakan pasal 53 huruf C Undang-Undang Migas yang berkaitan dengan masalah penyimpanan bahan bakar minyak non subsidi..

“Kalau dari ahlinya sudah menyatakan bersalah baru kita SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan, red) ke kejaksaan,” ungkapnya.

Sementara itu, keterangan dari penjual kepada sejumlah wartawan atas nama Jasiramadaniah mengatakan drum yang warna merah minyak industri yang bebas dijual.

“Kata orang drum warna merah minyak industri boleh dijual, kenapa di proses itu yang saya bingung,” ujar Jasiramadaniah

Menurutnya, satu drum keuntungannya bisa mencapai 1 juta. Akibat penahanan dan yang diproses tersebut kerugian yang dirinya alami sekitar Rp 40.438juta.

Namun, dirinya merasa aneh saat pemeriksaan yang lalu kedua tangki lolos dari pemeriksaan tetapi saat ini malah ditangkap. Ia mengatakan ijin penjualan memang mati dan sudah lama berniat ingin memperpanjangnya.

“Surat perpanjangan sudah diantar ke kepolisian, tiba-tiba waktu malam ada sekitar 3 orang polisi datang kerumah mengembalikan surat keterangan perpanjangan izin penjualan minyak saat itu mati lampu, kurang jelas wajah mereka saya lihat,” ujar Ibu Jasiramadaniah yang mengaku sudah selama 9 tahun sebagai penjual minyak tanah tersebut. (Marlianti)

Editor : Raudhatul N.

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles