spot_img

5 Hari Dipasang, Garis Polisi dan Plang “Tanah milik Negara cq. TNI AU” Akhirnya Dicopot

MENARAnews, Pangkalan Bun (Kalteng) – setelah 5 hari terpasang, Lanud Iskandar memutuskan untuk mencopot kembali garis polisi dan plang “Tanah milik Negara cq. TNI AU” di bangunan warga Kel. Baru dan Madurejo, Kec. Arut Selatan, Kab. Kotawaringin Barat (Kobar).

Dalam pencopotan yang dilakukan secara simbolis ini, Danlanud Iskandar, Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, beralasan pencopotan ini merupakan inisiatif Lanud Iskandar dengan tujuan untuk menstabilkan kembali situasi dan kondisi di Kab. Kobar.

“Jangan sampai kita buat Kobar menjadi wilayah yang tidak aman dan tenteram.”pesannya.

Ia juga menyebut alasan pencopotan ini karena menilai rencana aksi yang dilakukan oleh Forum Masyarakat Kotawaringin Barat pada 28 Juni 2016 telah dipolitisasi oleh oknum-oknum yang berkepentingan.

“Saya tegaskan bahwa kami (Lanud Iskandar) adalah korban, para warga di sini juga korban, maka jangan sampai kita disini dipolitisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.”sambungnya.

Di samping itu, pihaknya hingga kini masih menunggu langkah kongkret dari Pemkab. Kobar untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut yang rencanya akan direalisasikan selepas Hari Raya Idul Fitri 1437 H..

“Entah kami yang pindah atau warga yang pindah itu keputusannya ada di Pemerintah.”ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 24, Joko Legio, menyambut baik pencopotan garis polisi dan plang bertuliskan  “Tanah milik Negara cq. TNI AU” di bangunan warga karena akan membuat warga tidak khawatir kembali. (Riz)

Editor :Raudhatul N.

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles