http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

16 Penulis Emerging Indonesia Terpilih Tampil di Ubud Writers and Readers Festival 2016

MENARAnews, Ubud (Bali) – Yayasan Mudra Swari Saraswati, Induk dari festival sastra dan budaya yang paling diminati di Asia Tenggara yaitu Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), dengan bangga menggumumkan 16 nama penulis emerging Indonesia yang terpilih untuk berpartisipasi di Ubud Writers and Readers Festival 2016. Emerging sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh UWRF  untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai.

Seleksi dibuka pada pertengahan bulan Januari dan ditutup pada akhir Februari, dan selama tenggang waktu tersebut, tim panitia setiap harinya menerima kiriman karya dari penulis emerging di seantero nusantara. Total ada 894 penulis dari 201 kota di 33 provinsi di Indonesia, tingginya angka tersebut menahbiskan seleksi tahun ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah seleksi, melesat jauh dari seleksi di tahun 2015 dengan 595 penulis dari 168 kota di 27 provinsi di Indonesia.

Karya-karya dari 894 penulis itu lalu melewati seleksi ketat oleh nama-nama besar di bidang kepenulisan Indonesia. Setiap karya terlebih dahulu dibaca oleh tim pre-kurasi yang terdiri dari sastrawan asal Ubud, Ketut Yuliarsa yang juga ada dalam tim kurasi 2015, National Program Manager UWRF, I Wayan Juniarta. Mereka berdua lalu memilih karya-karya yang paling menarik untuk dimasukkan dalam daftar panjang. Daftar panjang kemudian diserahkan kepada tim kurasi yang beranggotakan penulis dan jurnalis kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma, sastrawan Iswadi Pratama, dan salah satu penulis muda kebanggaan Bali, Kadek Sonia Piscayanti.

Dari rapat kuratorial yang diadakan di Kantor Yayasan Mudra Swari Saraswati di Ubud pada tanggal 6 Juni lalu, berikut adalah nama-nama yang berhasil terpilih, mereka adalah:

  1. Arung Wardhana Ellhafifie dari Bangkalan;
  2. Dahlia Rasyad dari Yogyakarta;
  3. Deasy Tirayoh dari Kendari;
  4. Dimas Indiana Senja dari Yogyakarta;
  5. Azri Zakkiyah dari Malang;
  6. Rokajat Asura dari Cilegon;
  7. Gemi Mohawk dari Tanggerang;
  8. Boni Chandra dari Padang;
  9. Joko Sucipto dari Bangkalan;
  10. Joseph Rio Jovian Haminoto dari Jakarta;
  11. Murizal Hamzah dari Jakarta;
  12. Nersalya Renata dari Jakarta;
  13. Ni Putu Rastiti dari Denpasar;
  14. Royyan Julian dari Pamekasan;
  15. Sidik Nugroho dari Pontianak; dan
  16. Soetan Radjo Pamoentjak dari Bukit Tinggi.

“Seleksi kali ini membuktikan bahwa penulis baru tidak selalu masih mentah karyanya bahkan sebaliknya bisa membuat “penulis mapan” terperangah, untuk menghindari kata mider. Ini juga membuktikan bahwa banyak penulis berkemampuan mumpuni  yang tidak terdeteksi semata-mata hanya karena tidak mendapatkan forum yang setara dengan kualitas karyanya.”Seno Gumirah Ajidarma, sebagai salah satu anggota tim kurasi seleksi penulis emerging Indonesia 2016 berkomentar tentang seleksi ini.

Ke-16 penulis beruntung tersebut akan berpartisipasi dalam Ubud Writers and Readers Festival 2016, mereka akan diterbangkan dari kota masing-masing ke Ubud, Bali, untuk tampil dalam forum-forum diskusi serta berdampingan dengan para penulis internasional. Selain itu, karya-karya yang telah terpilih tersebut akan diterjemahkan ke bahasa Inggris dan diterbitkan dalam buku Anthology 2016. Semua ini dapat terlaksana berkat dukungan dari BitRead, sebuah gerakan untuk menerbitkan buku secara swadaya atau selfp-publishing.

Seleksi penulis emerging Indonesia telah berhasil membawa penulis-penulis emegring nusantara untuk tampil dalam satu kancah berkelas dunia dengan penulis-penulis internasional dan memperdengarkan karya mereka ke khalayak dunia melalui seri Anthology sejak tahun 2008.

Tingginya jumlah partisipan di seleksi tahun ini melambangkan gairah dan berkarya yang masih berkobar di kalangan penulis emerging Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa program penulis emerging Indonesia di UWRF telah menjadi salah satu wadah utama bagi penulis emerging Indonesia untuk menyuarakan karyanya.

Ubud Writers and Readers Festival akan kembali menyemarakkan kancah sastra Indonesia untuk ke-13 kalinya pada tanggal 26-30 Oktober 2016. Tat Tvam Asi, sebuah ajaran filsafat Bali yang berarti “Aku adalah engkau, engkau adalah aku” akan menjadi tema utama festival yang bertempat di jantung seni dan budaya Pulau Bali ini.

Informasi selanjutnya :

Untuk informasi selanjutnya mengenai seleksi penulis emerging Indonesia 2016 ini silakan menghubungi National Communications Coordinator, Ayundari Gunansyach di [email protected] atau Program Coordinator, Gustra Adnyana di [email protected]

Foto-foto Ubud Writers and Readers Festival beresolusi tinggi bisa di unggar melalui akun FLICKR di https://www.flickr.com/photos/ubudwritersfest

ikuti sosial media UWRF untuk mendapatkan kabar-kabar terbaru mengenai UWRF 2016

Facebook www.facebook.com/ubudwritersfest

Twitter: @ubudwritersfestival

Instagram: @ubudwritersfest

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.