http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Waria Tolak Dikategorikan LGBT

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Penolakan sejumlah organisasi masyarakat dan lembaga terhadap isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kian masif dilakukan. Pasalnya bahaya latin LGBT yang merupakan penyakit kejiwaan dan bukan faktor genetik serta ketekunan ini dianggap dapat merusak generasi bangsa. Tidak hanya masyarakat yang menolak isu tersebut, bahkan Wanita Pria (Waria) di Palangka Raya menolak dimasukan ke dalam kategori Transgender.

Hal ini disampaikan oleh Staf Program Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat Myrlin Sopjan pada acara “Pelatihan SOGIE (Sexual Orientation, Gender Identity and Expression) untuk Waria Palangka Raya” di Aula Bapelkes Palangka Raya, Senin (02/05/2016).

Myrlin yang juga Aktivis Transgender  ini menjelaskan, untuk di Indonesia isu LGBT lebih cendrung menyoroti permasalahan Transgender dibandingkan dengan isu Lesbian, Gay, dan Biseksual.

“Memang Transgender selalu di posisi depan, ketika ada isu advokasi diskriminasi HAM. Coba kita lihat, kalau ada demo-demo, Transgender yang ada di barisan depan,” ujar Myrlin diwawancarai MENARAnews.

Dengan demikian, lanjut Myrlin yang disoroti oleh masyarakat hanya Transgendernya saja dan bukan Lesbian, Gay, atau Biseksualnya. Mayrlin mengaku Waria tidak sama dengan Gay atau Lesbian karena dirinya merasa bahwa Waria adalah perempuan yang tejebak di tubuh laki-laki.

“Ini berbicara tentang ekspresi. berbeda dengan Gay,dan lesbian, mereka laki-laki berhubungan dengan laki-laki, dan perempuan berhubungan dengan perempuan dan mereka tidak mengubah penampilan fisik seperti halnya Waria,” jelasnya lebih dalam.

Perubahan fisik dan penampilan di depan umum inilah yang menjadikan waria lebih disoroti dibandingankan dengan yang lain yang tidak terlihat secara fisiknya. Untuk di Palangka Raya, lanjut Myrlin pelayanan public terhadap Waria tergolong baik. Pasalnya belum ada kasus diskriminasi yang disampaikan oleh Ikatan Waria Palangka Raya.

“Kesenjangan sosial, diskriminasi serta kesetaraan kedepanya berangsur-angsur membaik meski hal itu membutuhkan waktu yang begitu lama dan dirinya meyakini bahwa mereka akan diterima di lingkungan masyarakat,”ujarnya

Sementara, Direktur PKBI Kalteng Mirhan menyampaikan kegiatan sosialisasi dan pelatihan ke sejumlah Waria yang ada di Palangka Raya ini merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementrian Pengembangan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK).

“Ini namanya Program Inklusi Sosial yakni menyamakan derajat hak sesama individu agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selama ini Waria sudah melakukan inklusi sosial dengan cara membuka diri ke masyarakat. Namun terkadang dianggap tidak normal oleh sebagian masyarakat sehingga sempat didiskriminasi.

“Kita tidak mau memandang dan menganggap seperti itu, paling tidak mereka juga memiliki kesetaraan dengan yang lain dan memiliki hak yang sama. Namun kegiatan ini bukan bertujuan mewariskan orang, tetapi lebih kepada pembinaan,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,134PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.