spot_img

Pihak Keluarga dan Pengacara Mempertanyakan barang bukti yang Belum di hadirkan di Persidangan

MENARAnews, Jayapura (Papua) –  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace selaku Pengaca Keluarga korban pembunuhan Ferly Diansari beserta anak-anaknya mempertanyakan adanya beberapa barang bukti yang belum dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Militer Jayapura dengan terdakwa Prada Samuel Jitmau anggota Yonif 752/NYS Sorong.

“Kami selaku pengacara keluarga korban mempertanyakan adanya sejumlah barang bukti yang belum diungkap dalam persidangan.” kata Yulianto, Kordinator LBH Papua Justice dan Peace di Kota Jayapura, saat mengelar jumpa pers Sabtu (21/5/2016).

Menurutnya,  seharusnya Oditur Militer bisa menghadirkan bukti tersebut dalam persidangan berikutnya dengan berkoordinasi POM TNI AD Jayapura.

“Ada keterangan saksi menerangkan baju dan rambut korban serta terdakwa tidak dibawa dalam persidangan sebagai barang bukti.” katanya.

Dikatakan, ada barang bukti lain yang juga belum masuk dalam BAP yakni kertas HVS yang terdapat jejak kaki terdakwa dan pecahan-pecahan piring.

“Dari total 15 orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan pada pekan ini, terutama saksi yang diajukan oleh pihak terdakwa, rata-rata keterangannya berbelit-belit dan lupa waktu kejadiannya,” tuturnya.

Marthen LS juru bicara komunitas Facebooker Sang Torayan di Tanah Papua mengatakan, Kalau sejauh ini kami melihat bahwa persidangan sudah berjalan dan kita harapkan adanya putusan ending/akhir dengan harapan agar terdakwa dihukum secara setimpal karena tidak manusiawi, dan jujur bahwa kami sebagai Komunitas jika terdakwa hanya divonis dengan pasal 338 maka kami tidak bisa terima, karena ini menyangkut masalah kemanusiaan.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan kami berharap pelaku di beri hukuman yang setimpal” katanya. (Surya)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles