spot_img

Pemko Kewalahan Urus Blok Pasar Kahayan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Masih banyak kosong melompongnya sejumlah blok pertokoan di Pasar Kahayan, tentu menjadi dilema tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Persoalan ketidakmampuan penyewa blok pasar itu untuk  mengisi barang dagangannya, termasuk membayar kewajibannya dalam membayar  sewa kepada pemko setempat, telah menjadi pemikiran panjang untuk mengatasinya.

”Ini yang saya katakan, seakan sudah habis dratnya ngomog persoalan ini dengan SKPD terkait, untuk mencari jalan keluarnya,”tandas Riban, Jum’at (27/5/2016).

Seharusnya kata Riban, ada langlah-langkah untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan kenapa blok pasar  tersebut sulit terisi. “Ya, saya katakan, setidaknya penyewa yang kesulitan untuk membuka aktivitas berdagangnya, baiknya parkirlah terlebih dahulu, dengan menyerahkan tempat usahanya dikelola oleh pihak yang benar-benar ingin beraktivitas berdagang. Tapi, kembali harus terganjal dengan masalah sewa dengan pemilik blok sebelumnya yang belum tuntas,”tukas Riban.

Sejatinya kata Riban, pihaknya tidaklah mengejar sewa walaupun itu sudah ketentuan, tapi bagaimana pemilik blok berpikir agar proses kegiatan ekonomi itu bisa berjalan, sehingga apa yang sudah disiapkan sarana oleh pemerintah dapat terbantu serta tidak berjalan sia-sia.

“Saya sudah menganjurkan SKPD teknis, ayo ajak para pemilik kios duduk satu meja, membicarakan, apa kendala, apa masalah yang perlu dicari solusi penyelesaiannya,”beber Riban.

Dengan ada kejelasan, tentu akan didapat apa yang mesti dilakukan dengan bijak. Sebut saja manakala, alasan pedagang sulit membayar sewa akibat tidak beraktivitas berdagang atau ketidakmampuan modal mengisi blok toko dagangannya.

“Ya, semuanya lebih baik terbuka, alasan pasti ada bila mau disampaikan, misalkan kenapa sangat sulit mengisi dagangan di blok tersebut. atau kenapa tidak dipindahtangankan ke pedagang yang serius ingin mengisi blok untuk berdagang,”tegas Riban.

Menurutnya persoalan yang berkaitan dengan blok Pasar Kahayan, tidaklah sesederhana seperti yang dipikirkan terutama dalam hal mempercepat proses berjalannya aktivitas pasar.

Terlebih kata Riban, sistem ketika meregrut pedagang untuk mengisi setiap blok yang ada, menggunakan data-data prioritas para pedagang yang selama ini memang berusaha di Pasar Kahayan, sebelum bangunan pasar direnovasi.

“Seingat saya, mereka yang terdata sebagai pedagang dilakukan pengaturan untuk mengisi blok pasar tersebut. Caranya dengan mencabut nomor blok. Ya, karena sistemnya seperti itu, maka sulit mengukur, apakah pedagang itu pada saatnya nanti memiliki kemampuan untuk mengisi barang dagangannya,”ujar Riban.

Hal tersebutlah, yang sekiranya dapat dirumuskan secara bersama-sama, baik antara pihak penyewa blok dengan pihak pemko. “Kami berusaha untuk mengatur penataan pasar ini, sehingga geliat ekonomi pasar maupun pangsanya akan terlihat jelas, tapi semuanya dilakukan secara perlahan-lahan. Perlu untuk diketahui, saat ini syukurnya sudah ada sebagian blok sudah ada yang buka, terutama dibagian depan. Mudah-mudahan ini segera disusul oleh pemilik blok pedagang lainnya,”imbuh Riban.

Sebelumnya Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengkritisi banyak belum terisinya blok Pasar Kahayan milik pemko tersebut, sehingga pembangunannya berkesan sia-sia “Kami menyesalkan, masih banyaknya blok toko yang tak terisi dan kosong melompong, belum lagi banyaknya tunggakan yang tidak dibayar oleh penyewa. Sebab itu, Pemko  segera menagih blok Pasar Kahayan, yang khabarnya sampai  menunggak hingga Dua Milyar lebih,”ungkap Nenie.

Menurutnya, akan banyak kerugian akibat permasalahan blok toko yang tak terisi dan kosong melompong , karena dalam sewaktu-waktu bila terbengkalai, lambat laun bangunan yang tidak terawat menjadi  rapuh serta bisa berdampak pada kerusakan bangunan dan kerusakannya pun bisa semakin parah pada saatnya nanti.

“Para pelaku usaha yang menyewa blok tersebut harus segera mengisinya. Selain itu kewajibannya juga harus dibayarkan. Kalau, tidak tidak bisa menempati atau mengisi dengan barang usaha, Ya, paling tidak harus segera diberikan kepada orang lain untuk mengontrak,” tukas Nenie.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

{loadposition media-right}

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles