http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Nasrun Umar : LRT Tak Hanya Untuk Asian Games Saja

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) sebagai solusi menanggulangi kemacetan yang ada di Palembang terlebih dalam menyambut Asian Games 2018 mendatang yang awalnya hanya terdapat satu jalur, pasca pelaksanaan Asian Games akan ditambah dua hingga tiga koridor lagi. Ini sebagai bukti jika pembangunan LRT tersebut bukan hanya sekedar menyambut Asian Games saja.

Hal di atas disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nasrun Umar, saat menggelar konfrensi Pers di kantornya, 02 Mei 2016 terkait Program percepatan kereta api ringan/Light Rail Transit (LRT) Palembang Sumsel. Menurut dia, pihaknya pasca Asian Games 2018.akan menambah dua hingga tiga koridor.

“Unsri, Pusri, Dipo Kertapati. Ini baru 1 koridor dengan zonanya ada lima. Akan nambah dua koridor. Interkoneksi antar moda,” ungkapnya.

Dari pernyataannya di atas telah menjawab penilaian seolah LRT hadir hanya untuk Asian Games saja dan bukan solusi untuk mengurai kemacetan transportasi massal. Tak gampang untuk membangun LRT tersebut dan menurut Nasrun pihaknya harus belajar atau studi terlebih dahulu.

“Studi dulu, kita bereskan satu persatu. Semoga saja pengganti saya dan Pak gub sama-sama punya visi. Jadi tidak hanya sebatas Asian Games saja. Harapan kita transportasi bawah lancar, dan di atas juga lancar. Perjalanan naik LRT ini 45 menit itu sudah berhenti-henti arround. Sesuai 13 stasiun. Dari informasi yang diterima dan dilihat saat ini sudah 6,01 persen progres pembangunan LRT itu. Penetapan tarif di dunia transportasi ada 13 komponen. Dari hitungan informal kita, masih mengharapkan tetap masyarakat diberikan subsidi. Rp 15 Ribu. Kalau tidak subsidi Rp 20 ribu Rute maksimal SMB II-Jakabaring” bebernya.

Menanggapi adanya larangan terhadap awak media khususnya para fotografer yang kerap dilarang saat mengambil foto dengan terlebih dahulu harus izin dirinya, Nasrun dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak benar adanya.

“Tidak benar, wartawan maupun fotografer tidak dibatasi liputan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang. Waskita jangan menjual nama saya. Lakukan pengawasan,” tegas Nasrun.

Dua dari fotografer lokal kota Palembang, Salamun dan Elmo mengutarakan sering dihalangi petugas Waskita Karya yang minta surat izin meliput dan memotret.

“Padahal dari Pak Jokowi mempersilahkan media untuk meliput progres pembangunan. Ini ketika kita mau memotret selalu dihalangi petugas Waskita. Mereka menanyakan surat izin. Katanya harus izin dari Kadishub,” kata Salamun.

Pantauan di ruangan tersebut, Asmo Budi Maryoto,  Manager Zona 4 dari Waskita Karya diam ketika Nasrun Umar menegaskan agar jangan menjual namanya untuk menghalangi media meliput pembangunan LRT. (AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.