Melihat Aksi Corat-Coret Seragam Murid SMP di Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Seperti sudah mendarah daging pada budaya pelajar di Indonesia, merayakan selesainya ujian nasional dengan corat-coret baju seragam sekolah. Seperti yang terjadi di Medan, ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama berkumpul di Lapangan Merdeka untuk merayakan usainya ujian nasional, Kamis (12/5/2016).

Mereka berkumpul sejak pukul 12.00 WIB di pusat Kota Medan. Pantauan di lapangan, murid-murid SMP ini datang dari berbagai SMP negeri dan Swasta. Mereka melakukan aksi saling coret cat semprot dan menandatangani baju seragam rekannya dengan spidol. 

Wajah ceria, teriakan yel-yel sekolah masing-masing mewarnai aksi corat-coret. Selain baju seragam, ada juga yang menyemprotkan cat ke rambut dan badan. Bebeda dengan murid SMA yang banyak melakukan konvoi dengan kendaraan, murid-murid SMP ini lebih banyak menggunakan angkutan umum. Bahkan ada juga yang diantar oleh orang tuanya ke Lapangan Merdeka. 

Meski sudah ada larangan dari pihak sekolah untuk tidak merayakan selasainya UN dengan corat-coret baju, tampaknya larangan itu diacuhkan para murid-murid SMP. 

Pengakuan Rifa, salah seorang murid SMP Negeri 7 mengatakan, pihak sekolah memang melakukan razia cat semprot di sekolah. Namun mereka menyembunyikan cat sehingga tidak ketahuan. 

“Dimarahin sih sebenarnya bawa cat semprot ke sekolah, tadi juga di sekolah sudah ada razia, tapi kami sembunyikan di laci,” katanya saat ditemui di Lapangan Merdeka Medan.

Rifa mengaku senang sudah menyelesaikan ujian nasional. Dia berniat melanjutkan sekolah ke SMA favorit di Kota Medan. 

“Rencananya ke SMA Negeri 1, Kalau enggak SMA Harapan 3 bang,” katanya sambil memegang cat semprot. 

Selang beberapa saat kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi untuk membubarkan para murid. Sontak, para murid langsung berlarian keluar dari Lapangan Merdeka. 

“Sudah yah anak – anak, pulang kerumah masing – masing, jangan keluyuran kemana – mana lagi yah,” ujar salah seorang petugas.

Panit Gatur Satlantas Polresta Medan Ipda Yudhi yang ditemui di lokasi menghimbau kepada seluruh murid SMP agar pulang kerumah dengan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Kita himbau mreka agar pulang ke rumah dengan syarat mematuhi ketentuan lalu lintas yang ada,” ujarnya. 

Himbauan ini diberikan karena mereka merayakan usainya UN di inti Kota Medan. Karena biasanya perayaan-perayaan seperti ini dapat menimbulkan kemacetan. 

“Belajar dari pengalaman – pengalaman sebelumnya, biasanya acara seperti ini bisa menimbulkan kemacetan, makanya mereka kita suruh pulang,” pungkasnya. (yug) 

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles