spot_img

KRI Spica Jalankan Misi Perdana Di Tarakan

MENARAnews, Tarakan (Kaltara) – TNI Angkatan Laut Lantamal XIII kota Tarakan kedatangan kapal perang tercanggih di Asean, kapal tersebut bernama KRI Spica, yang berfungsi untuk memperkuat penyediaan data dan informasi peta laut.

“Kedatangan kapal tercanggih di Asia Tenggara ini sandar di dermaga Mamburungan Latamal XIII kota Tarakan Pada hari Sabtu kemarin (29/05/2016) malam pukul 20.00 Wita”, ungkap komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Wahyudi H. Dwiyono kepada menaranews.com pada press rilis pagi tadi (29/05/2016).

Lebih lanjut Kapten Kapal KRI Spica Mayor Laut Anom menambahkan, kedatangannya ke Kalimantan Utara merupakan misi perdana, operasi KRI Spica dalam merealisasikan Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melakukan pendataan serta pemetaan informasi peta laut.

“Sebagaimana fungsi KRI Spica, untuk mengupgrade data terbaru perkembangan di bawah laut, baik itu pertumbuhan karang, munculnya gunung baru didasar laut serta melihat kembali ranjau-ranjau laut sisa bekas Perang Dunia ke – II yang ada di wilayah perairan Kalimantan Utara dan Laut Sulawesi,” ungkap anom.

Hal senada juga ditegaskan oleh Sekertaris Deputi bidang Koordinasi kedaulatan laut Komenko Maritim RI Dedy Miharja, kehadiran KRI Spica di Kaltara bersamaan dengan maksud tujuannya dalam mendata kembali batas pulau, batas laut, pesisir sampai dengan batas antara negara tetangga Indonesia-Malaysia-Filiphina.

Kehadiran KRI Spica akan memperkuat pertahanan Maritim TNI AL di perairan perbatasan Indonesia, Khususnya Kalimantan Utara. Kapal bernomor lambung 934 ini merupakan kapal buatan Prancis yang didatangkan ke tanah air sebagai kapal tercanggih di Asia Tenggara dengan keunggulan yang luar biasa, selain sebagai kapal pertahan juga diakui oleh dunia memiliki rekapan data survei paling mutakhir dan kongkrit.

Kepada Menaranews.com Sekertaris Deputi bidang Koordinasi kedaulatan laut Komenko Maritim RI Dedy Miharja mengakui kehebatan kapal ini, sebagai kapal bantu jenis survei peta laut, kapal ini juga memiliki keunggulan untuk mendeteksi ranjau laut, serta membaca kondisi dibawah laut.

“Kecanggihan kapal ini, akan membatu dan memudahkan kami dalam mengupgrade data kelautan NKRI, jelas Dedy.

Mayor laut Anom Kapten kapal KRI Spica 934 menambahkan, Meskipun kapal ini didesain untuk tidak sepenuhnya bertempur, KRI Spica merupakan KRI dengan tanggung jawab besar khususnya dalam mengupgrade peta wilayah serta kondisi laut jika sewaktu-waktu ada pertempuran di atas air.

“KRI Spica merupakan jenis KRI pembantu, khususnya dalam memberikan data ke semua KRI saat meminta data kondisi di bawah air. Meskipun bukan jenis kapal Attack lansung, KRI Spica juga dipersenjatai senjata Kaliber jarak jauh serta mariam perhatanan udara”, tegas Anom. (Prs)

Editor: Noventar

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles