spot_img

Kapolda Pastikan Korban Mutilasi di OKU Timur Adalah Anggota DPRD Lampung

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Kapolda Sumsel Irjen Pol Joko Prastowo memastikan jika potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di kawasan Desa Tanjung Kemala Kecamatan Martapura OKU Timur (OKUT) adalah Pansor Abdulah Bakri yang merupakan anggota DPRD Lampung.

Hal itu dingkapkan Kapolda, Senin (30/5) kepada wartawan usai menerima hasil tes DNA dari Mabes Polri.

Menurut Kapolda, temuan potongan tubuh korban mutilasi pertama kali ditemukan 24 April 2016, lalu. Awalnya polisi dan warga menemukan potongan kepala dan dua kaki. Dua hari kemudian, polisi kembali menemukan potongan tulang panggul dan lengan atas sebelah kiri.

“Lalu, semua temuan potongan tubuh korban mutilasi ini dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakuan otopsi. Karena kondisi potongan tubuh yang ditemukan sudah tusak maka kita (Polda Sumsel) berkoordinasi dengan Polda tetatanga serta memberikan imbauan kepada warga apabila ada keluarga yang hilang. Ini dilakukan untuk mengetahui identitas korban,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, tak lama kemudian, Polda Lampung yang merupakan tetangga dari Polda Sumsel memberikan informasi jika ada warganya yang hilang dengan nama Pansor Abdulah Bakri, anggota DPRD Lampung.

“Untuk meastikan apakah potongan tubuh itu merupakan korban Pansor maka kita menyampaikan kepada pihak keluarga yang hilang. Memang saat kita sampaikan ciri-ciri korban dan kemiripan. Tapi untuk memastikannya kita memerlukan tes DNA,” jelasnya.

Lanjut Kapolda, tes DNA dilakukan untuk dasar hukum jika korban adalah Pansor. Dari itulah dalam proses pemeriksaan DNA, polisi mengambil sample DNA dari potongan tubuh yang ditemukan di OKUT dengan DNA warga bernama, Merisa Aprelia yang merupakan anak perempuan yang telah membuat laporan keluarga hilang di Polda Lampung.

“Setelah sampel DNA diambil, kemudian sampel kita kirim ke Mabes Polri untuk dicocokan. Hasilnya tes DNA ternyata ada kecocokaan antara DNA yang diambil dari potongan tubuh korban yang ditemukan di OKUT dengan DNA anak perempuan dari warga yang dilaporkan hilang ke Polda Lampung. Dengan telah keluarnya hasil DNA ini maka saya simpulkan jika identitas potongan tubuh yang merupakan korban mutilasi yang ditemukan di OKUT bernama Pansor yang tak lain anggota DPRD Lampung, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarganya di Polda Lampung,” ungkap Kapolda.

Dengan telah diketahui identitas korban, lanjut Kapolda, dirinya mengimbau kepada keluarga korban dapat mengambil jasad korban yang kini berada di RS Bhayangkara Palembang. Namun sejauh ini potongan tubuh yang baru ditemukan yakni, kepala, kaki, pinggung dan tangan. Sedangan untuk tubuh korban belum diketahu keberadaannya.

“Kita terus berkoordinasi dengan Polda Lampung, karena bisa saja tubuh korban dibuang ke lokasi lainnya. Untuk motifnya belum diketahui karena masih penyelidikan untuk mengungkap tersangkanya. Selain itu Polda Sumsel dan Polda Lampung masih berkoordinasi untuk mengetahui lokasi kejadiannya. Karena korban merupakan warga Lampung maka dalam kasus pembunuhan mutilasi ini Polda Sumsel hanya membeck up untuk penyelidikannya,” paparnya.

Lebih jauh Kapolda mengungkapkan, jika dari hasil otopsi yang telah dilakukan dari potongan tubuh korban mutilasi yang telah ditemukan. Selain korban dipotong-potong, dikaki korban juga ditemukan luka tembakan senjata api.

“Jadi memang di kaki korban juga terdapat luka tembak. Semua laporan hasil otopsi telah kita kirimkan ke Polda Lampung untuk bahan penyelidikan kasus ini,” tutupnya. (SI)

{loadposition media-right}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles