http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Hizbut Tahrir Undang Ratusan Tokoh

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Tengah menyelenggarakan Muktamar Tokoh Umat (MTU) dengan tema “Syariah dan Khalifah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’ Alamin”. Kegiatan yang mengikutsertakan ratusan tokoh baik tokoh politik, agama, dan masyarakat dilaksanakan di Ballroom Swiss Belhotel Danum Palangka Raya Minggu (01/05/2016).

Ketua DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalteng Ustadz Abdul Khoir dalam sambutanya menyampaikan, MTU yang bertajuk Syariah dan Khalifah Mewujudkan Islam Rahmatan lil’ Alamin memiliki relevansi terhadap umat islam baik di Indonesia atau di negeri lain yang saat ini sedang terbelit berbagai masalah dan penderitaan.

“Berbagi upaya sudah dilakukan, namun tak kunjung segera membuahkan hasil. Rezim berulang berganti namun tidak ada perubahan yang berarti, yang ada hanya pergantian,” ujar Ustadz Khoir dalam sambutanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya kemiskinan dan penderitaan tetap terjadi dimana-mana. Kriminalitas dan kemaksiatan tetap merajalela dan serta kemungkaran yang tidak dapat dihentikan.

Dalam pandangan islam, kata Abdul Khoir hal itu terjadi karena umat Islam telah berpaling dari penerapan Syariah Allah secara kaffah (Total, red). saat ini mungkin saja umat yang ada telah menjalankan Syariah, akan tetapi lanjutnya, Syariah yang dilakukan dan dijalankan hanya sebatas lingkup pribadi (sholat, zakat, dan puasa) belum mencakup Syariah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (ekonomi, politik, sosial-budaya dan lainya).

“Allah menyampaikan dalam Al Qur’an surah Thaha :124 yang berbunyi : barangsiapa berpaling dari peringatan Ku (dari Syariah Ku), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan membangkitaknya dalam keadaan buta, maka ketika kembali kepada syariah Allah, yakinlah kita akan mendapatkan banyak sekali kebaikan,” jelasnya.

Kegiatan muktamar ini yang dilaksanakan hampir 63 Kota di seluruh Indonesia yang berlangsung pada Bulan Rajab 1437 H. Hal ini juga ujar Khoir merupakan salah satu langkah oleh HTI untuk meyakinkan semua pihak, khususnya para tokoh tentang bagaimana Rahmatan Lil’Alamin hanya mungkin bisa diwujudkan melalui penerapan Syariah secara kaffah dibawah naungan Khalifah.

Disinilah pentingnya perjuangan untuk menegakan Syariah dan Khalifah, karena melalui perjuangan inilah, jelasnya lebih dalam, islam rahmatan Lil’Alamin bisa diwujudkan. Demi keberhasilan perjuangan Syariah dan Khalifah, Ustadz Koir menghimbau agar senantiasa tingkatkan selalu kesungguhan, kesabaran dan keikhlasan.

“Yakinlah ditengah lorong gelap peradapan jahiliah ini pastilah ada secercah di ujung sana. itulah cahaya islam Allahu Akbar,” tutupnya.

Sementara Ustadz Agung Wibowo selaku pemateri dalam MTU 1437 H, dengan tema materi “Syariah dan Khalifah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin”  menjelaskan, Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad untuk mengatur interaksi manusia dengan Tuhanya, dirinya dan sesamanya.

“Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia.kita pun diperintahkan oleh Allah SWT agar memeluk Islam secara kaffah dan tidak setengah-setengah seperti yang dikatakan dalam Q.S Al-Baqarah : hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” jelas Ustadz Agung.

Dia menjelaskan, terwujudnya kemaslahatan dan tercegahnya kemaksiatan merupakan hasil dari penerapan syariah secara kaffah, bukan alasan hukum persyaratan hukum syariah. ini lanjutnya lagi, hasil tentunya berbeda dengan alasan. hasil merukapakn konsekuensi dari penerapan Syariah dan alasan pensyariatan hukum ada sebelum hukkum tersebut disyariatkan dan menyertainya setelah hukum ada.

“Bukan hasil yang menjadi konsekuensi dari penerapanya. Oleh karena itu, kerahmatan Islam bagi alam semesta merupakan kosekuwensi logis dari penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan manusia,” jelas Ustad Agung mendalam.

Sementara itu, Ustadz Sudarmono dalam  pemaparan materi yang mengangkat tema “Khalifah Menjaga Aqidah Ummat Dan Menjamin Kebutuhan Rakyat” menjelaskan, aqidah atau keimanan adalah perkara yang sangat penting bagi umat Islam karena, ia akan menentukan surga dan nerakanya seseorang.

“Masalahnya adalah, seseorang yang telah memeluk aqidah Islam, tidak ada jaminan bahwa ia akan memeluk Islam hingga meninggal dunia, keimanan seseorang bisa naik dan bisa turun, bahkan, iman seseorang juga bisa tercerabut dalam dirinya,” jelasnya.

Oleh karena itu, ujarnya keimanan seseorang bahkan keimanan dari umat Islam secara keseluruhan itu perlu dijaga iman, baik secara individu, keluarga, masyarakat, bahkan seluruh umat Islam. Islam telah memiliki mekanisme penjagaan yang berlapis untuk melindungi aqidah umat Islam secara keseluruhan yakni penjagaan yang pertama dan paling utama adalah Khalifah yang diberikan oleh negara.

“Mengapa negara khalifah wajib menjaga aqidah umatnya?, peran negara Khalifah dalam menjaga aqidah umatnya harus dipandang sebagai wujud cinta kasih sayang yang tinggi, agar jangan sampai ada satu pun umatnya yang tersentuh api neraka. jangan sampai ada keimanan dari umat ini mengalami kemerosotan, bahkan keluar (murtad) dari agama Islam,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.