spot_img

Calon Kades Danau Serdang juga Protes Hasil Pilkades

MENARAnews, Jambi – Sementara itu, ditempat terpisah, calon kades Danau Serdang Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun juag melakukan protes terhadap hasil pilkades.

Hasil Pilkades yang diselenggarakan, diduga banyak terdapat kecurangan sehingga merugikan salah satu calon. Nomor urut Dua Ali Husin pada Pilkades Danau Serdang kepada harian ini kemarin memprotes hasil Pilkades tersebut. Menurutnya indikasi adanya permainan untuk memenangkan salah satu kandidat terlihat sekali dalam proses pelaksanaan Pilkades hingga penghitungan suara. Seharusnya Jumlah DPT dan surat suara warga yang tak memilih ditambah suara sah dan tidak sah serta suara dari kedua calon harusnya singkron tetapi di Pilkades Danau Serdang perhitungan itu tidak ketemu ada surat suara misteri didalam kotak dengan jumlah puluhan surat suara.

“Dari Jumlah DPT saja sudah kelihatan ada permainan. Sebab dari 783 DPT yang ada, jika dikurangi dengan warga yang golput sebanyak 200 orang seharusnya hasilnya adalah 583 suara yang berada di dalam kotak. Tetapi setelah dihitung surat suara didalam kotak membengkak menjadi 667 suara,”kata Ali Husin mempertanyakan hasil pilkades tersebut.

Padahal, terangnya, nomor urut 1 mendapat suara 391 dan dirinya mendapat 270 suara dengan total 661 suara dan terjadi selisih 6 suarat suara yang juga tidak diketahui keberadaanya karena panitia dalam hal ini kurang transparan menjelaskannya. Begitupula dengan menentukan suarat suara yang dianggap sah dan tidak sah. Banyak suara yang seharusnya tidak sah sebanyak 200 suara seperti ditemukanya dua coblos dan diluar garis kotak juga dianggap sah oleh panitia dan saksi lain. Dan surat suara yang seharusnya tidak sah itu adalah milik calon lain sehingga merugikan calon nomor urut dua. 

“Padahal saksi kita sudah memprotes tidak menerima namun panitia dan saksi dari kandidat lain membenarkan bahwa suara itu sah, jika dianggap tidak sah sebanyak 200 suara itu saya pasti menang, dan juga proses perhitungan juga tidak melalui prosedur yang menang. Panitia seharusnya menghitung dan mengumumkan terlebih dahulu berapa yang memberi hak suara dan yang golput namun kali ini malah menghitung terlebih dahulu hingga terjadi kekacauan akhirnya,”tambahnya.

Selain itu, kejanggalan yang lain. Saat Pilkades selesai saat mengantarkan kotak suara ke kecamatan yang harusnya juga diikut sertakan oleh semua saksi dari semua kandidat. Tetapi dari pihak calon nomor urut dua dirinya tidak dikutsertakan.

“Saat mengantarkan kotak suara ke kecamatan pihak kita juga tidak mau dilibatkan. Hanya dari pihak calon nomor urut satu saja bersama panitia,”keluh Ali Husin lagi.

Atas kejanggalan ini, besok (hari ini red) dirinya bersama tim pemenanganya akan mengadukan hal ini ke BPMPD Sarolangun. Dan meminta pihak BPMPD bisa berlaku adil dan transparan sesuai aturan menyelesaikan persoalan ini.

“Besok kami akan ke BPMPD. Kami akan meminta pihak berwenang membatalkan hasil pilkades tersebut. menghitung ulang,”timpalnya.

Untuk diketahui, pilkades Danau Serdang Kecamatan Pauh hanya diikuti oleh dua calon kandidat. (GWA)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles