Bocah Laki-Laki 14 Tahun Tega Perkosa Ibu Kandungnya Sendiri

MENARAnews, Inggris – Entah setan apa yang membisikkan pikiran bejat kepada seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun asal Blackpool, Inggris sehingga ia tega memperkosa ibu kandungnya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi saat sang ibu sedang tidur. Pada awalnya sang ibu merasa sedang bermimpi, namun ketika tersadar, ia mendapati anak kandungnya itu sedang memperkosa dirinnya, sontak sang ibu langsung berteriak minta tolong. Kasus pemerkosaan ini akhirnya dibawa ke sebuah sidang pengadilan Prestown Crown Court di Blackpool, Inggris.

Dalam persidangan tersebut, terungkap bahwa anak laki-laki tersebut mengalami masalah tingkah laku dalam beberapa pekan terakhir dan tengah mengkonsumsi obat untuk mengatasi masalah ADHD. Namun sebelumnya, bocah laki-laki itu memiliki kebiasaan tidur dengan sang ibu selama beberapa tahun.

Tudingan pemerkosaan yang disampaikan ibunya itu ternyata ditolak oleh bocah laki-laki tersebut. Ia merasa tidak memperkosa ibunya.

Kejadian ini membuat sang ibu merasa shock. Ia tidak menyangka anaknya bisa melakukan tindakan tidak bermoral tersebut.

“Saya tidak tau apa yang harus saya katakan, setelah kejadian itu ia langsung kabur keluar kamar dan tidak mengatakan apapun. Saya termenung dan kemudian menangis sambil berpikir apa yang telah terjadi. Apakah ia sadar dengan apa yang dilakukannya,” ujarnya.

Sang ibu kemudian mengungkapkan bahwa anaknya memang sedang mengalami masalah tingkah laku dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Anak saya tiba-tiba menjadi sangat agresif dan kasar. Ia sempat melemparkan barang-barng ke arah saya, bahkan dua hari lalu ia sempat menikam saya. Hal ini karena saya berusaha memberikan hukuman atas perbuatan yang telah ia lakukan,” ungkap sang ibu tersebut dalam sebuah wawancara dengan pihak kepolisian yang diputar dalam persidangan tersebut.

saya kena tikaman. Ini karena saya berusaha memberikan hukuman terhadap apa yang ia lakukan,” demikian isi dari rekaman wawancara itu. (ADF)

{adselite}

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!