spot_img

Banjir Bandang di Sibolangit, Ini Pesan Terakhir Eka Kepada Keluarga

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Keluarga Eka Nurul Rahmaniah (20), salah satu korban yang hanyut di obyek wisata Air Terjun Dwi Warna di Bumi Perkemahan Sibolangit, tak pernah menyangka harus kehilangan keluarga mereka. Hilda Utari, kakak dari orang tua Eka sangat kehilangan atas kepergian keponakan mereka.

Isak tangis pecah ketika Hilda bersama beberapa anggota keluarga yang lain saat melaporkan keponakannya itu di posko Ante Mortem yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (6/5/2016). Eka Rahmadhani, mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Dharmawangsa berangkat ke Objek Wisata Air Terjun Dwi Warna bersama lima mahasiswa UMSU. Mereka pergi untuk mengisi liburan dengan camping disana. Namun, hujan deras yang melanda kawasan sibolangit menyebabkan air meluap. Eka bersama korban lainnya tak bisa menyelamatkan diri dari ganasnya arus air sungai.

Hilda terakhir kali berjumpa dengan Eka pada hari sabtu minggu lalu. Disitu Hilda tak memiliki firasat apapun tentang nasib buruk yang smenimpa Eka. Namun Eka berpesan agar Hilda tak menghapus foto-foto Eka yang ada di dalam ponsel.

“Kemarin itu dia cuma pesan supaya fotonya tidak dihapus. Tapi gak ada firasat buruk saya,” ujar Hilda kepada wartawan.

Penuturan Hilda, Eka dikenal sebagai pribadi yang baik dan aktif mengikuti kegiatan pecinta alam. Ketika berangkat ke Sibolangit, eka yang tinggal di kos-kosan dikawasan glugur sama sekali tidak memberitahu saudaranya kalau dia akan berangkat ke Dwi Warna.

“Gak ada dia bilang mau berangkat kesana, orang tuanya di Sabang juga gak tau dia mau berangkat. Makanya kami kaget dengar kabar begini,” kata Hilda.

Hilda juga mendapat kabar kalau keponakannya itu sempat dipegang tangannya ketika kejadian. Namun Eka meminta untuk dilepaskan karena mengaku sakit.

“Kata kawannya yang selamat, dia sempat megang tangan Eka, cuma si Eka kesakitan. Makanya dilepaskan tangan si Eka,” katanya.

Sementara itu, Uli Simanjuntak, rekan satu kampus Eka menjelaskan, Eka sempat mengajak Uli agar ikut ke Dwi Warna. Namun, Uli menolak ajakanan tersebut. Uli.lebih memilih pergi ke gereja untuk beribadah.

Uli juga sudah mengingatkan agar Eka tidak berangkat karena takut terjadi hal yang tak diinginkan. Firasat tak baik juga sudah dirasakan Uli sejak tadi malam. Uli teranjak dari tidur karena mendengar suara jeritan menyerupai Eka. Paginya, Uli mendapat kabar bahwa teman baiknya itu menjadi salah satu korban banjir bandang.

“Tadi malam ada yang kudengar menjerit suara cewek kayak suara Eka, rupanya benar, paginya aku dapat kabar dari temen, Eka ikut terikut arus,” katanya.

Informasi yang dihimpun, bencana banjir bandang memakan korban puluhan pengunjung yang sedang berada di kawasan Air Terjun Dwi Warna. Hingga kini proses evakuasi korban masih dilakukan. Posko Ante Mortem juga dibuka di RS Bhayangkara untuk keluarga yang ingin melaporkan kehilangan anggota keluarga yang berangkat ke Dwi Warna. Saat ini sudah masuk beberapa kantung jenazah ke RS Bhayangkara untuk dilakuka. Identifikasi. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles